Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Masih Rugi, Emiten Anthoni Salim Indoritel (DNET) Pertahankan Investasi di KFC

Sebagai perusahaan investasi, Indoritel Makmur Internasional (DNET) masih melihat prospek menjanjikan KFC Indonesia.
Presiden Direktur PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. Haliman Kustedjo (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Kiki Yanto Gunawan (dari kiri), Direktur Yunal Wijaya dan Direktur Harjono Wreksoremboko, usai RUPS di Jakarta, Rabu (19/6/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Presiden Direktur PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. Haliman Kustedjo (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Kiki Yanto Gunawan (dari kiri), Direktur Yunal Wijaya dan Direktur Harjono Wreksoremboko, usai RUPS di Jakarta, Rabu (19/6/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan investasi afiliasi Anthoni Salim PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) memastikan akan mempertahankan investasinya di pengelola KFC Indonesia PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST). DNET tercatat menggenggam 35,84 persen saham FAST.

Direktur Utama Indoritel Makmur Internasional Haliman Kustedjo mengatakan FAST tetap memiliki prospek yang positif meskipun membukukan rugi dalam beberapa kuartal terakhir.

“Pada kuartal pertama 2023 kami melihat kinerja entitas asosiasi membaik seiring dengan mobilitas yang lebih longgar. Tentunya ini berdampak ke bisnis kami di bidang ritel karena mengerek penjualan,” kata Haliman dalam paparan publik, Selasa (27/6/2023).

FAST menghadapi sejumlah tantangan selama 2022. Haliman menjelaskan dampak pandemi masih dirasakan pemilik hak waralaba tunggal KFC di Indonesia itu pada tahun lalu. Kondisi ini diperburuk dengan kenaikan harga bahan baku yang dipicu oleh disrupsi rantai pasok akibat krisis geopolitik Rusia-Ukraina.

Namun tekanan ini perlahan ditanggulangi pada kuartal I/2023. FAST tercatat mengantongi pendapatan sebesar Rp1,42 triliun sepanjang kuartal I/2023 atau naik 11,12 persen dibandingkan dengan kuartal I/2022 sebesar Rp1,28 triliun.

Dari sisi bottom line, FAST memang masih mengantongi rugi tahun berjalan sebesar Rp22,06 miliar. Rugi ini lebih rendah daripada kuartal IV/2022 yang menembus Rp60,28 miliar.

“Untuk FAST, kami akan pertahankan investasinya. Mereka merupakan pengelola jaringan siap saji pertama di Indonesia dan kami melihat prospeknya tetap baik,” katanya.

Fast Food Indonesia berencana membuka 29 gerai baru KFC pada 2023 dan 3 gerai baru Taco Bell. Sepanjang 2022, total penambahan bersih gerai KFC mencapai 13 unit dan Taco Bell sebanyak 3 gerai. Dengan demikian, total gerai KFC yang beroperasi sampai akhir 2022 mencapai 740 gerai dan Taco Bell sebanyak 6 gerai.

“Penambahan gerai dilakukan untuk memaksimalkan potensi kenaikan penjualan dan transaksi pemesanan,” kata Haliman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper