Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gandeng BUMN, Afiliasi Astra Hermina (HEAL) Bangun RS di IKN Tahun Ini

PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dan BUMN PT Bina Karya (Persero) akan mengembangkan rumah sakit di IKN.
PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dan BUMN PT Bina Karya (Persero) akan mengembangkan rumah sakit di IKN. /herminahospital.com
PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dan BUMN PT Bina Karya (Persero) akan mengembangkan rumah sakit di IKN. /herminahospital.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rumah sakit terafiliasi Grup Astra, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) atau Hermina akan membangun rumah sakit bertaraf internasional pertama di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pengembangan tersebut bekerja sama dengan BUMN  PT Bina Karya (Persero).

Direktur Utama HEAL Hasmoro mengatakan pihaknya telah melakukan Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama Pembangunan Rumah Sakit Bertaraf Internasional, di Hermina Tower, Jakarta Pusat pada Selasa (20/06/2023).

Di IKN, Hermina akan membangun rumah sakit yang menyediakan unggulan pelayanan untuk ibu dan anak, jantung, stroke, pelayanan gawat darurat, dan ICU.

"Di saat banyak investor bersikap menunggu untuk berinvestasi di IKN, kami Hermina tengah siap membangun suatu rumah sakit yang pasti diperlukan oleh masyarakat yang saat ini sedang membangun Ibu Kota Negara di IKN," kata Hasmoro dalam keterangan resminya. 

Dalam proses pembangunan rumah sakit ini, HEAL menggandeng PT Bina Karya (Persero) yang telah ditetapkan sebagai Badan Usaha Otorita (BUO) oleh pemerintah.

Adapun, PT Bina Karya dapat berperan sebagai master developer dan menjalankan fungsi serta tugasnya dalam hal aspek komersial dan B2B dengan investor yang berminat untuk investasi di IKN.

“Kami juga siap menjadikan RS dengan pelayanan bertaraf Internasional, pelayanan yang cepat dan akurat mengutamakan keamanan pasien dengan didukung digitalisasi RS electronic medical record," ujarnya.

Dia pun memastikan bangunan rumah sakit akan menerapkan konsep ramah lingkungan, green building dengan 200 tempat tidur dengan menyiapkan ruangan untuk pelayanan VIP, pasien BPJS dan non-BPJS.

"Kami berusaha menyelesaikan RS ini untuk bisa operasional Agustus 2024. Semoga kami dapat dibantu untuk bisa mendapatkan izin groundbreaking pada bulan Agustus 2023,” ungkapnya.

Hermina merupakan emiten RS terafiliasi Grup Astra. PT Astra International Tbk. (ASII) memegang 7,42 persen saham HEAL. Salah satu petinggi Astra, Gidion Hasan, juga menjabat sebagai Komisaris HEAL.

Di samping itu, Direktur Utama PT Bina Karya (Persero), Boyke P. Soebroto, mengatakan kesepakatan bersama HEAL dilakukan karena satu tingkat di bawah perikatan. 

“Hari ini kesepakatan kita lakukan karena satu tingkat di bawah perikatan. Perikatan bisa kita lakukan setelah penentuan lokasi kepada Hermina dan resmi Hermina akan menggunakan lahan itu. Tentu satu step sebelumnya kita akan mempunyai satu perikatan kerja sama,” jelasnya.

Sebagai informasi, PT Bina Karya (Persero) dialihkan kuasa pemegang sahamnya dari Kementerian BUMN ke Otorita Ibu Kota Nusantara.

“Di Perpres 62 kita disebut sebagai Badan Usaha Otorita (BUO). Nah, BUO ini mempunyai tugas sebagai master developer jadi semua lahan yang di sana itu kita yang akan mengelola, apakah kita sewakan, apakah kita kerjasamakan, apakah kita jual, dasarnya adalah dengan penugasan HPL yang diberikan oleh OIKN,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper