Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hary Tanoe Mundur, MNC Digital (MSIN) Tunjuk Dirut Baru

PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) menunjuk Direktur Utama baru pengganti Hary Tanoesoedibjo yang memutuskan untuk mengundurkan diri pada Januari 2023.
Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) menunjuk Direktur Utama baru pengganti Hary Tanoesoedibjo yang memutuskan untuk mengundurkan diri pada Januari 2023. /Bisnis.com
Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) menunjuk Direktur Utama baru pengganti Hary Tanoesoedibjo yang memutuskan untuk mengundurkan diri pada Januari 2023. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) telah menetapkan pengganti Hary Tanoesoedibjo yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama.

Hasil RUPST juga sepakat untuk mengangkat Liliana Tanaja Tanoesoedibjo yang merupakan istri Hary Tanoe sebagai Komisaris Utama MSIN. Masuknya Liliana Tanoe menambah jajaran Komisaris yang kini terdiri Dini Aryanti Putri selaku Komisaris, dan Andry Wisnu Triyudanto selaku Komisaris Independen.

Sementara dari jajaran Direksi, posisi Hary Tanoe kini digantikan oleh Noersing yang ditunjuk sebagai Direktur Utama MSIN. Selain itu, Kanti Mirdiati Imansyah ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama.

Berikut adalah susunan Komisaris dan Direksi MSIN

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Liliana Tanaja Tanoesoedibjo

Komisaris: Dini Aryanti Putri 

Komisaris Independen: Andry Wisnu Triyudanto 

Dewan Direksi

Direktur Utama: Noersing 

Wakil Direktur Utama: Kanti Mirdiati Imansyah 

Direktur: Valencia H. Tanoesoedibjo 

Direktur: Ella Kartika 

Direktur: Lina Priscilla Tanaya 

Direktur: Titan Hermawan

Direktur: Dewi Tembaga 

Direktur: Tantan Sumartana 

Sebagai informasi, Hary Tanoe tersebut sebelumnya mengirimkan surat pengunduran diri sebagai direktur utama pada 26 Januari 2023.

Head of Investor Relation MSIN Luthan Fadel Putra sebelumnya mengatakan pengunduran Hary Tanoe disebut merupakan kewajiban MSIN guna memenuhi ketentuan Pasal 6 Peraturan OJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Dalam beleid tersebut tertuang aturan yang menerapkan adanya pembatasan bagi direksi perusahaan publik untuk menjabat sebanyak-banyaknya pada dua perusahaan publik.

Adapun Hary Tanoe disebut masih aktif melakukan supervisi MSIN sebagai pemegang saham pengendali atau controlling shareholder. Dengan demikian Hary Tanoe masih turut berperan dalam MSIN meski secara legal sudah tidak menjadi Direktur Utama.

Direktur MSIN Valencia Tanoesoedibjo mengatakan RUPST juga menetapkan seluruh laba bersih MSIN akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan. 

Selain itu, laba akan digunakan sebagai alokasi pengeluaran untuk mendorong upaya pertumbuhan di informasi dan teknologi, serta pengembangan Artificial Intelligence (AI).

“Kami menginvestasikan kembali penghasilan kami untuk memantapkan visi kami sebagai group media digital dan hiburan terbaik dan terbesar di Indonesia dengan banyak inisiatif menarik yang akan mencakup pengembangan bisnis Informasi dan Teknologi kami serta Artificial Inteligence (AI),” ujar Valencia dalam keterangan tertulis, Selasa (20/6/2023).

Upaya pengembangan tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi MSIN sebagai grup digital media dan hiburan yang terintegrasi dengan berbagai vertikal bisnis. Diantaranya adalah aplikasi super, portal online, manajemen bakat hingga game.

MSIN juga melakukan penerbitan saham yang telah didistribusikan kepada PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) senilai Rp2,58 triliun, dan PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV) sebesar Rp800 miliar. Hal ini dilakukan sehubungan dengan transaksi RCTI+, Portal, dan Vision+ ke dalam tubuh MSIN.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, MSIN mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,51 triliun. Pendapatan tersebut naik 14,13 persen dari Rp3,08 triliun.

Beban langsung MSIN tercatat meningkat 14,59 persen menjadi Rp2,5 triliun hingga akhir 2022. Angka tersebut naik dari Rp2,18 triliun pada akhir 2021.

Meski demikian, MSIN masih mencatatkan penurunan  laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 14,75 persen dari Rp398,56 miliar menjadi Rp339,77 miliar sepanjang 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper