Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham DEWA Melonjak Bangkit dari Rp50, RUPS Hari Ini Rombak Petinggi

Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melonjak pagi ini seiring dengan rencana rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2022 pada Rabu (14/6/2023).
Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melonjak pagi ini seiring dengan rencana rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2022 pada Rabu (14/6/2023).
Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melonjak pagi ini seiring dengan rencana rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2022 pada Rabu (14/6/2023).

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melonjak pagi ini seiring dengan rencana rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2022 pada Rabu (14/6/2023). Salah satu agenda RUPST ialah perubahan / penetapan kembali susunan pengurus perseroan.

Saham DEWA melesat 8 poin atau 16 persen menjadi Rp58, bangkit dari level terendah Rp50, pada pukul 09.42 WIB. Sepanjang pagi ini, saham DEWA bergerak di rentang Rp55-Rp61.

Padahal, saham DEWA cenderung stagnan di level gocap sejak Maret 2023. Saham DEWA sempat berfluktuasi pada awal 2023. Kini, DEWA mencatatkan kapitalisasi pasar Rp1,29 triliun, dengan valuasi PER -4,87 karena pembukuan rugi bersih.

DEWA, entitas Grup Bakrie di sektor kontraktor dan jasa pertambangan, akan melaksanakan RUPS pada hari ini, yang salah satunya perubahan pengurus perseroan.

Pada tanggal 13 Juni 2023, DEWA menerima surat pengunduran diri dari Prabhakaran Balasubramanian sebagai Direktur. Sesuai dengan ketentuan, DEWA akan menyelenggarakan RUPS untuk memutuskan permohonan pengunduran diri tersebut.

Jajaran Komisaris dan Direksi DEWA

Presiden Komisaris : Nalinkant Amratlal Rathod
Wakil Presiden Komisaris : Suadi Atma
Komisaris Independen : Kanaka Puradiredja
Komisaris Independen : Gories Mere
Komisaris : Djajeng Pristiwan
Komisaris : Ashok Mitra

Presiden Direktur : Rio Supin
Direktur : Prabhakaran Balasubramanian
Direktur : Agus Efendi
Direktur : Ahmad Hilyadi

DEWA juga tengah dalam proses melaksanakan rights issue. Pada paparan publik Desember 2022, perseroan sedang finalisasi underwriter dan stanby buyer. Proses finalisasi diharapkan tuntas pada awal 2023.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja usaha, belanja operasional, perbaikan sparepart, dan penurunan utang bank. Rights issue juga akan memperbaiki kondisi finansial DEWA.

Pada 2022, pendapatan DEWA mencapai US$406,82 juta, naik dari US$322,73 juta pada 2021. Namun, DEWA berbalik rugi US$16,72 juta pada tahun lalu dibandingkan laba bersih US$1,08 juta di tahun sebelumnya.

Kas DEWA pada akhir 2022 mencapai US$19,31 juta, turun dari US$21,96 juta pada 2021. Liabilitasnya US$293,86 juta dan rkuitas US$254,10 juta sehingga total asetnya mencapai US$547,97 juta pada tahun lalu.

Sementara itu, dalam aksi hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, DEWA berencana menerbitkan 30 miliar saham baru dalam bentuk Seri B. DEWA telah mendapat persetujuan dalam aksi penambahan modal melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Agustus 2022.

Investor menyetujui dan mengubah klasifikasi saham yang dikeluarkan DEWA sebanyak 21,85 miliar saham dengan nominal Rp100 per saham menjadi seri A. Melalui RUPSLB, DEWA juga menyetujui pembentukan saham seri B dengan nominal Rp50.

DEWA menerbitkan 30 miliar saham untuk seri B dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada para pemegang saham (HMETD). Hal ini sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 32/POJK.04/2015.

"Menyetujui dan mengubah ketentuan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan dalam rangka HMETD," seperti tertulis dalam dokumen Ringkasan Risalah RUPSLB dikutip pada Rabu (24/8/2022).

Hasil RUPSLB juga memutuskan untuk memberikan kuasa dan kewenangan kepada Direksi dan/atau Dewan Komisaris DEWA dengan hak substitusi untuk menyatakan jumlah saham yang dikeluarkan dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan HMETD sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan yang berlaku di pasar modal.

Sebagai informasi, DEWA merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan salah satu anak usaha Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI). Selain itu, BUMI juga pada 2022 melakukan aksi korporasi dengan mengonversi obligasi menjadi saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper