Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Selain GOTO, Saham SSMS Mendadak ARA Jelang Penutupan! Ini Kata BEI

Selain GOTO, saham SSMS juga mendadak naik ke posisi Rp1.525 per saham atau naik 25 persen di menit akhir perdagangan.
Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) mendadak terbang menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) menjelang penutupan perdagangan hari ini, Rabu (31/5/2023). 

Saham GOTO mulai bergerak ARA di pre closing pukul 15.50 WIB dan parkir di posisi Rp147 per saham. Berdasarkan data order book, hingga pukul 15.49 WIB saham GOTO berada di level Rp108 per saham atau turun 0,92 persen. 

Namun pada pukul 16.00 WIB terdapat transaksi beli di harga Rp147 atau naik 34,86 persen dengan kode broker ZP (Maybank Sekuritas) di beberapa transaksi. 

Sepanjang perdagangan saham GOTO bergerak di rentang Rp104 atau turun 4,58 persen dan Rp147 atau naik 34,86 persen, sebelumnya GOTO dibuka di posisi Rp109 per saham. 

Sementara itu, saham SSMS juga mendadak naik ke posisi Rp1.525 per saham atau naik 25 persen di menit akhir perdagangan. SMSS dibuka di posisi Rp1.220 per saham dan bergerak di rentang Rp1.210 hingga Rp1.525 per saham. 

Terkait dengan transaksi anomali, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M. Panjaitan mengatakan Bursa memiliki mekanisme dan proses pengawasan transaksi. 

“Semua order transaksi akan diterima oleh aplikasi pengawasan, di sana ada parameter tertentu apabila terdapat transaksi anomali atau tidak biasa dan akan memunculkan alert,” katanya dalam edukasi wartawan, Rabu (31/5/2023). 

Lidia menambahkan jika muncul indikasi tersebut maka Bursa akan menganalisa transaksi, kondisi perusahaan, berita yang muncul terkait emiten dan materialitas yang bersangkutan. Setelah itu, salah satu tindakan yang diambil Bursa adalah meminta konfirmasi ke investor melalui anggota bursa dan meminta penjelasan ke emiten. 

Di lain pihak, mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta Hasan Zein Mahmud mengatakan transaksi beli di harga tinggi merupakan salah satu tujuan dari manipulasi harga. 

“Yang mau membeli di atas itu cuma punya dua alasan. Manipulasi untuk tujuan tersembunyi atau logikanya lagi sakit,” katanya. 

Terkait manipulasi pasar, hal tersebut jelas dilarang dan diatur jelas dalam UU No 8 Tahun 1995 tentang pasar modal dan UUP2SK. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper