Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rugi Surya Semesta (SSIA) Susut 87,71 Persen Berkat Moncernya Bisnis Hotel

PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mampu menekan angka kerugian hingga 87,71 berkat moncernya pendapatan segmen hotel di kuartal I/2023.
PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mampu menekan angka kerugian hingga 87,71 berkat moncernya pendapatan segmen hotel di kuartal I/2023./Istimewa
PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mampu menekan angka kerugian hingga 87,71 berkat moncernya pendapatan segmen hotel di kuartal I/2023./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) mampu menekan angka kerugian hingga 87,71 persen per kuartal I/2023. Surutnya kerugian tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan pada segmen perhotelan.

VP Head of Investor Relations SSIA Erlin Budiman mengatakan unit bisnis perhotelan mencatatkan pendapatan Rp182,1 miliar. Segmen tersebut meningkat 193,1 persen dibandingkan Rp62,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY).

“Peningkatan kinerja SSIA ini terutama disebabkan oleh pendapatan di segmen perhotelan dan property masing-masing naik sebesar 193,1 persen menjadi Rp120,0 miliar, dan 51,7 persen menjadi Rp43,7 miliar,” ujar Erlin dalam keterangan tertulis, Senin (15/5/2023).

Adapun tingkat okupansi hotel Gran Melia Jakarta (GMJ) mencapai 47,9 persen per kuartal I/2023. Okupansi tersebut meningkat dari 40,2 persen secara YoY. Selain itu, rata-rata tarif kamar atau average room rate (ARR) hotel Gran Melia Jakarta berkisar Rp1,19 juta atau naik 27,23 persen dari Rp940.000 secara YoY.

Berikutnya, rasio okupansi Melia Bali Hotel (MBH) mencapai 75 persen per kuartal I/2023 atau meningkat dibandingkan 20,5 persen pada kuartal I/2022. Rata-rata tarif Melia Bali Hotel juga meningkat 104,42 persen dari Rp836.000 menjadi Rp1,7 juta per kuartal I/2023.

Kemudian untuk hotel Jumana Bali (JBUR), rasio okupansi tercatat mencapai 11,4 persen per kuartal I/2023 atau naik dari 4,8 persen secara YoY. Lalu, tarif rata-rata Jumana Bali juga meningkat 67,18 persen dari Rp4,59 juta menjadi Rp7,68 juta per kuartal I/2023.

Selain itu, SSIA juga mengelola sebanyak delapan hotel BATIQA dengan tingkat rasio okupansi mencapai 59,4 persen per kuartal I/2023 atau meningkat dari 55,4 persen. Sementara rata-rata tarif mencapai Rp349.000 atau naik 3,56 persen dari Rp337.000.

Beberapa hotel BATIQA yang dikelola oleh SSIA adalah BATIQA Hotel & Apartments Karawang, BATIQA Hotel Cirebon, BATIQA Hotel Jababeka, BATIQA Hotel Palembang, BATIQA Hotel Pekanbaru, BATIQA Hotel Lampung, BATIQA Hotel Darmo - Surabaya, dan BATIQA Hotel Jayapura.

SSIA juga memiliki platform digital untuk sektor pariwisata, yakni Travelio.com. Platform ini menyediakan jasa sewa properti secara daring untuk apartemen dan rumah pada 13 kota utama di Indonesia.

Nilai barang kotor (GMV) Travelio tercatat meningkat 27 persen per kuartal I/2023 secara YoY. SSIA menargetkan angka tersebut dapat tumbuh hingga 84 persen pada akhir 2023.

Erlin mengatakan Travelio mengelola sekitar 12.000 unit platform tempat tinggal pribadi dan ditargetkan dapat menjangkau lebih dari 22.000 unit pada Desember 2022. Terlebih lagi Travelio juga memperoleh pendanaan Seri C pada April 2023.

“Investor baru seperti DAOL Ventures [sebelumnya KTB] dari Korea, Orzon Ventures [Konglomerasi Thailand PTTOR dan 500 Global], dan AppWorks dari Taiwan juga berpartisipasi dalam putaran tersebut. Pavillion Capital dari Temasek sebagai investor lama juga berpartisipasi dalam putaran tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2023, SSIA mencatatkan pendapatan sebesar Rp958,95 miliar pada tiga bulan pertama 2023. Pendapatan ini meningkat 25,11 persen dari Rp766,43 miliar secara YoY.

Secara rinci, pendapatan dari jasa konstruksi mencapai Rp650,87 miliar atau naik 4,81 persen, dan hotel Rp179,88 miliar atau naik 196,3 persen.

Berikutnya sewa, parkir, jasa pemeliharaan dan utilitas mencapai Rp80,39 miliar atau naik 2,10 persen dan tanah kawasan industri mencapai Rp5,23 juta atau naik 97,2 persen.

Sementara itu, pendapatan dari real estat tercatat mencapai Rp42,56 miliar per kuartal I/2023. Adapun pada segmen ini tidak tercatat ada pendapatan pada kuartal I/2022.

SSIA mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp9,33 miliar per kuartal I/2023. Rugi tersebut surut 87,71 persen dari Rp75,97 miliar secara YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper