Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Besok Berpotensi Rebound, Investor Nantikan Data Inflasi AS

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan pada Kamis (13/4) antara lain adalah BMRI, AMRT, EXCL, ESSA, ADMR, UNVR dan IMPC.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound ke kisaran 6.820 sampai 6.835 pada perdagangan Kamis (13/4/2023) setelah ditutup melemah 0,18 persen ke 6.798,96 pada Rabu (12/4/2023).

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan IHSG secara teknikal kembali membentuk lower-shadow panjang pada Rabu. Stochastic RSI berpotensi membentuk golden cross di kisaran oversold area, sehingga menjaga peluang rebound ke kisaran 6.820–6.835.

“Pergerakan IHSG di Kamis (13/4) akan merefleksikan respons pelaku pasar terhadap realisasi data inflasi di AS,” tulis Phintraco.

Data tersebut berpotensi memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin pada 3 Mei 2023. Namun, pasar tetap menantikan potensi sinyal terhadap terminal rate dari The Fed.

Dari dalam negeri, terdapat sentimen penjualan ritel yang tumbuh 0,6 persen year-on-year (YoY) pada Februari 2023 dari kontraksi 0,6 persen YoY pada Januari 2023. Sebelumnya, indeks keyakinan konsumen (IKK) naik ke 123,3 pada Maret 2023 dari 122,4 pada Februari 2023.

“Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa konsumsi domestik masih kuat dan berpotensi menjaga laju pertumbuhan ekonomi di 2023.”

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan pada Kamis (13/4) antara lain adalah BMRI, AMRT, EXCL, ESSA, ADMR, UNVR dan IMPC.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan IHSG bergerak pesimis jelang libur lebaran di tengah penjualan ritel yang meningkat 0,6 persen pada Februari 2023. Kenaikan ini sejalan dengan perbaikan tingkat konsumsi memasuki Ramadan.

Pasar komoditas terpantau masih bergerak variatif dengan harga emas kembali mengalami penguatan, demikian juga harga batu bara yang memberikan ekspektasi bahwa saham tambang mineral dalam negeri kembali menguat.

“Pada saat yang sama, tingkat inflasi produsen Jepang yang baru dirilis dilaporkan kembali mengalami kenaikan yang ditopang kenaikan tipis secara bulanan dari sebelumnya kontraksi 0,3 persen menjadi 0 persen pada periode Maret,” tulis Pilarmas.

Sentimen lain datang dari para pelaku pasar dan investor yang menanti rilis data inflasi AS. Pasar memperkirakan inflasi melanjutkan tren penurunannya dan hal ini memberikan arahan baru terhadap kebijakan moneter The Fed pada FOMC Mei mendatang.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper