Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Softbank Pangkas Saham GOTO, Institusi Jumbo Lain Terus Akumulasi

Sejak awal 2023, Softbank tercatat mengurangi porsi kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury./Istimewa
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak awal 2023, SVF GT Subco tercatat mengurangi porsi kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Perusahaan investasi berbasis di Singapura dan terafiliasi dengan Softbank tesebut telah melepas sahamnya secara bertahap.

Pada akhir 2022, SVF GT SUBCO mengempit 103,1 miliar saham GOTO atau setara 8,71 persen. Namun, pada akhir Maret kepemilikannya turun menjadi 92,3 miliar atau setara 7,79 persen. Meski berkurang sedikit, Softbank tetap tercatat sebagai salah satu investor utama GOTO dengan kepemlikan saham di atas 5 persen.

Aksi jual bertahap Softbank berdampak tipis pada porsi kepemilikan asing di saham GOTO. Data kepemilikan saham perseroan menunjukkan proposi investor asing turun dari 78,3 persen per 31 Desember 2022 menjadi 78 persen hingga 31 Maret 2023. Artinya, dalam 1 kuartal, asing melepas kepemilikan saham GOTO sebesar 0,3 persen.

Porsi kepemilikan asing hanya susut tipis karena sebagian besar investor utamanya memilih tetap bertahan di GOTO. Taobao China Holding Ltd, misalnya, tetap mempertahankan porsi kepemilikan sebanyak 8,84 persen atau setara 104,7 miliar saham.

Kendati secara presentase mengalami penurunan, tetapi jumlah pemegang saham asingnya nya bertambah dari 302 pada Desember 2022 menjadi 381 investor pada akhir Maret 2023. Volume sahamnya juga meningkat dari 560 miliar menjadi 575 miliar saham sedangkan persentase ikut naik dari 47,3 persen menjadi 48,6 persen. 

Perubahan data kepemilikan saham ini menunjukkan bahwa aksi jual disertai dengan akumulasi beli. Dengan begitu, harga saham tidak mengalami turbulensi seperti akhir tahun lalu sekalipun belasan miliar saham telah berpindah tangan. “Artinya, GOTO tidak pernah kehilangan peminat. Ada investor lama menjual untuk profit taking dan ada investor baru yang terus beli karena percaya pada prospek bisnis perusahaan ini,” kata Raditya Krisna Pradana, analis Kanaka Hita Solvera.

Tetap tingginya porsi kepemilikan saham asing karena beberapa fund manager global mulai mengalirkan dana kelolaannya ke GOTO. Hal ini sejalan dengan masuknya saham GOTO ke FTSE Indeks dan peluang bertengger di MSCI indeks.

Dalam catatan Bisnis, sampai dengan kuartal I/2023 berakhir terdapat beberapa nama besar yang ikut mengempit saham GOTO. Salah satunya adalah The Charles Schwab Corporation yang baru saja memiliki 990,64 juta saham.

Sebagai informasi The Charles Schwab Corporation adalah perusahaan layanan keuangan seperti broker, konsultan dan firma investasi. Sampai dengan akhir tahun lalu, emiten yang tercatat di Wall Street dengan kode SCHW itu telah mengelola aset dana US$7,05 triliun.

Selain SCHW, terdapat manajer investasi lain yang tercatat di Wall Street ikut berinvestasi pada saham GOTO. Yakni Wisdom Tree Inc. (WT) dengan kepemilikan 662,24 juta per 31 Maret 2023. Jumlah itu naik jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu sebesar 653,75 juta.

Masuknya aliran dana asing bersamaan dengan perombak daftar saham dalam indeks FTSE Global Equity Index Series Asia Pacific Ex-Japan Ex-China yang memasukkan GOTO sebagai konstituen.

Berdasarkan pengumuman pada Jumat (17/2/2023), perombakan konstituen indeks FTSE Russell dalam rangka semi annual review ini akan mulai efektif pada penutupan perdagangan Jumat (17/3/2023) atau pada awal perdagangan Senin (20/3/2023).

Adapun sejak efektif, saham GOTO mengalami net buy dalam sebulan terakhir di posisi Rp176,91 miliar. Hal itu pun membuat mayoritas konsensus Bloomberg merekomendasikan beli, sebagai berikut:

 

Sekuritas

Analis

Rekomendasi

Target Harga

Samuel Securities

Muhammad Farhan

buy

150

PT BRI DANAREKSA SEKURITAS

Niko Margaronis

buy

196

Deutsche Bank

Reena-Verma Bhasin

buy

150

China Renaissance Research

Ngoh Yi Sin

hold

118

Jefferies

Thomas Chong

buy

186

Credit Suisse

Varun Ahuja

neutral

120

Macquarie

Ariyanto Jahja

outperform

162

Bernstein

Venugopal Garre

market perform

115

PT Ciptadana Sekuritas

Gani Gani

buy

190

UOB KayHian (Equity)

Stevanus Juanda

buy

190

Mandiri Sekuritas

Adrian Joezer

buy

200

New Street Research LLP

Jin Yoon

neutral

115

Morgan Stanley

Mark Goodridge

Equalwt/In-Line

110

Citi

Ferry Wong

buy

250

CGS-CIMB

Ryan Winipta

add

150

BNI Securities

Patricia Gabriela

buy

130

PT Indo Premier Securities

Jovent Muliadi

buy

138

Trimegah Securities

Heribertus Ariando

buy

200

MNC Securities

Andrew Susilo

buy

168

PT Verdhana Sekuritas Indonesia

Sandy Ham

buy

140

CLSA

Norman Choong

buy

165

CICC

Qiyao Siah

outperform

159

Sucorinvest Central Gani

Paulus Jimmy

buy

380

Aequitas Research

Sumeet Singh

sell

200

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper