Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Reli Saham Teknologi Tidak Terbendung Usai Janet Yellen Beri Jaminan Bank

Reli saham berbasis teknologi di Wall Street gagal meredakan rasa tidak enak yang menggantung di sektor perbankan. Dolar AS pun sedikit berubah setelah melemah.
Pekerja berada di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (3/1/2021). Bloomberg/Michael Nagle
Pekerja berada di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (3/1/2021). Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA - Reli saham berbasis teknologi di Wall Street gagal meredakan rasa tidak enak yang menggantung di sektor perbankan. Dolar AS pun sedikit berubah setelah melemah dalam enam sesi sebelumnya.

Hal itu terjadi setelah para pedagang di AS menumpuk modalnya ke perusahaan teknologi teratas termasuk Apple Inc. dan Microsoft Corp. untuk mendorong Nasdaq 100 mendekati ambang pasar bullish setelah lonjakan hampir 20 persen dari level terendah Desember.

Saham perbankan ketinggalan reli, dengan ukuran kelas berat keuangan AS seperti Wells Fargo & Co. dan Bank of America Corp. tenggelam ke level terendah sejak November 2020. Pemberi pinjaman merosot bahkan setelah Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan kepada anggota parlemen bahwa AS akan bersiap melangkah lebih lanjut melindungi simpanan perbankan jika diperlukan.

Imbal hasil obligasi pemerintah di Asia dibuka lebih rendah, dengan penurunan kurang dari 5 basis poin di Australia dan Selandia Baru. Itu mengikuti pergerakan besar-besaran dalam obligasi pemerintah jangka pendek untuk 11 hari perdagangan berturut-turut karena investor pesimis tentang prospek ekonomi, yang memperkuat pandangan mereka bahwa Fed perlu memangkas suku bunga akhir tahun ini.

Kepala Investasi Plante Moran Financial Advisors Jim Baird menerangkan dorongan dan tarik menarik antara stabilitas pasar keuangan dan inflasi yang surut lebih lambat daripada yang diinginkan siapa pun.

"Hal ini akan semakin memperumit tantangan yang sudah signifikan bagi The Fed, meningkatkan risiko salah langkah kebijakan dan membuka pintu bagi potensi resesi di hadapan mata,” katanya dikutip dari Bloomberg, Jumat (24/3/2023).

Ukuran kekuatan dolar memulihkan kerugian karena nada risiko memburuk setelah penurunan saham bank AS tetapi masih berakhir turun untuk sesi keenam yang menjadi penurunan beruntun terpanjang sejak April 2021. Itu sedikit berubah pada awal perdagangan pada Jumat (24/3/2023).

Komentar Yellen tentang tindakan deposit tambahan, jika diperlukan, menawarkan kenyamanan bagi investor sementara mereka mencerna kenaikan suku bunga sebelumnya oleh Bank Inggris, Bank Norges dan Bank Nasional Swiss dan komentar hawkish oleh pejabat Bank Sentral Eropa.

Di sisi ekonomi, permohonan tunjangan pengangguran AS secara tak terduga mereda untuk pekan kedua, menggarisbawahi pasar kerja yang masih ketat di mana pemberi kerja enggan mengurangi jumlah karyawan. Penjualan rumah baru secara tak terduga naik pada Februari setelah revisi turun ke bulan sebelumnya, menunjukkan pasar perumahan mulai stabil setelah tahun yang penuh gejolak.

Di tempat lain, Bank of England mendorong kenaikan suku bunga lainnya meskipun terjadi gejolak di sektor perbankan, memprediksi ekonomi Inggris akan terhindar dari resesi untuk saat ini dan inflasi tetap menjadi risiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper