Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gelontorkan Rp1,7 Triliun, Pupuk Indonesia Tambah Produksi NPK dan Urea

PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan mampu memproduksi 3,7 juta ton pupuk NPK seiring beroperasinya pabrik anyar bernilai Rp1,7 triliun.
Achmad Bakir Pasaman, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). /Pupuk Indonesia
Achmad Bakir Pasaman, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). /Pupuk Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan mampu memproduksi 3,7 juta ton pupuk NPK seiring beroperasinya pabrik anyar bernilai Rp1,7 triliun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan perseroan telah menghidupkan kembali pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) 1 yang sudah mati sejak 2012. Menurutnya pabrik itu memiliki nilai investasi sekitar Rp 1,7 triliun dengan target memenuhi kebutuhan pupuk wilayah Sumatera Bagian Utara dan Aceh.

Bakir mengatakan pabrik NPK PIM yang baru menambah kemampuan negara dalam memenuhi kebutuhan NPK nasional menjadi sekitar 3,7 juta ton. Pasalnya pabrik anyar itu mampu menghasilkan 500.000 ton.

Adapun total kebutuhan yang diperkirakan mencapai 13,5 juta ton per tahun, yang sebagian besar dipenuhi oleh produsen pupuk swasta dan produk impor.

Selain itu, dengan beroperasinya PIM I produksi urea terpasang Pupuk Indonesia Grup pun bertambah sekitar 570.000 ton per tahun. Dengan demikian, total produksi pupuk Urea pada PIM 1 dan PIM 2 mencapai 1,14 juta ton per tahun.

Selain pengoperasian pabrik, Bakir mengungkapkan bahwa Pupuk Indonesia melalui Pupuk Iskandar Muda juga akan berkontribusi dalam memajukan perekonomian Aceh melalui pengembangan klaster industri hijau atau Green Industry Cluster (GIC) di KEK Arun. Salah satu upayanya dengan melibatkan PIM sebagai konsorsium BUMN Bersama PT Pertamina, PT Pelindo, dan PT Pembangunan Aceh (PEMA).

Konsorsium ini telah melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) dengan Penyertaan Modal di PT Patriot Nusantara Aceh selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Arun.

“Klaster Industri Hijau ini nantinya  akan berkontribusi dalam pencapaian komitmen net-zero emission pada 2060 atau sesuai Visi Indonesia 2045 mengenai ketahanan energi,” kata Bakir dalam keterangan resminya, Rabu (15/2/2023).

Sebagai informasi, Pabrik PIM 1 yang memproduksi urea sempat berhenti beroperasi akibat tidak mendapat pasokan gas yang cukup terkait berhenti beroperasinya ladang gas Arun. Namun demikian, Pupuk Iskandar Muda sudah memperoleh pasokan 1 kargo LNG dengan volume 110.000 m3 dari Bontang dan 5 kargo per tahun dari BP Tangguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper