Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kapitalisasi Pasar Emiten Batu Bara Low Tuck Kwong BYAN Salip BMRI

Kapitalisasi pasar emiten batu bara milik taipan Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menyalip kapitalisasi pasar PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI).
Aktivitas di pelabuhan PT Bayan Resources Tbk. Istimewa
Aktivitas di pelabuhan PT Bayan Resources Tbk. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kapitalisasi pasar emiten batu bara milik taipan Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menyalip kapitalisasi pasar PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) pada penutupan perdagangan Selasa (20/12/2022).

Jumlah kapitalisasi pasar BYAN naik menjadi Rp543 triliun, meninggalkan kapitalisasi pasar Bank Mandiri yang senilai Rp464 triliun.

Saham BYAN naik ke posisi ketiga sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar, di belakang PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan market cap Rp1.047 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan market cap Rp737 triliun. Naiknya posisi BYAN membuat posisi BMRI turun ke peringkat keempat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa.

Sementara itu, peringkat kelima ditempati oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan market cap sebesar Rp369 triliun. Posisi tersebut disusul PT Astra International Tbk. (ASII) di peringkat enam dengan kapitalisasi pasar senilai Rp231 triliun.

Selanjutnya PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) menempati peringkat ketujuh dengan market cap Rp210 triliun. Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mengekor di peringkat kedelapan dengan kapitalisasi pasar Rp182 triliun dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) di peringkat kesembilan dengan market cap Rp174 triliun.

Di peringkat terakhir adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) yang juga perusahaan batu bara seperti BYAN. Market cap ADRO pada penutupan perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp125 triliun.

Adapun pada penutupan perdagangan hari ini, saham BYAN ditutup naik 2.150 poin atau 15,19 persen ke level 16.300 per saham.

Sebelumnya, konglomerat Low Tuck Kwong membeli saham BYAN sebanyak 814.600 lembar pada 12-16 Desember 2022. Adapun, harga pembeliannya pada Rp13.104,6 per lembar. Artinya, dalam pembelian saham ini, Low Tuck Kwong menggelontorkan dana sekitar Rp10,67 miliar.

Setelah pembelian ini, kepemilikan saham Low Tuck Kwong di BYAN meningkat dari 20.311.572.870 saham atau 60,93 persen menjadi 20.312.387.470 miliar saham atau 60,94 saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper