Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Terkoreksi Akibat Aksi Profit Taking Saham BUMN, BBRI, TLKM, dan BMRI

IHSG ditutup terkoreksi 0,85 persen pada perdagangan hari ini, Kamis (1/12/2022). Saham-saham BUMN seperti BBRI, TLKM, dan BMRI.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,85 persen pada perdagangan hari ini, Kamis (1/12/2022). Saham-saham BUMN seperti BBRI, TLKM, dan BMRI menjadi terlaris hari ini, tetapi empat saham tersebut turut ditutup terkoreksi.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,85 persen atau 60,51 poin ke level 7.020,8. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di rentang 7.018,26 hingga 7.090,27.

Sebanyak 237 saham yang menguat, 308 saham yang melemah dan 158 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp9.523,62 triliun.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham yang paling laris dengan nilai transaksi mencapai Rp1,21 triliun. BBCA ditutup terkoreksi 3,23 persen ke level 9.000.

Saham kedua yang terlaris hari ini masih dari bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun. BBRI juga terkoreksi 0,80 persen ke level 4.940.

Kemudian saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatatkan nilai transaksi Rp805,5 miliar pada hari ini. TLKM ditutup melemah 1,98 persen ke level 3.960.

Berikutnya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai transaksi mencapai Rp614,2 miliar. BMRI juga mengalami koreksi sebesar 1,19 persen ke level 10.400.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak di rentang 7.011-7.157 hari ini. William menyampaikan rilis data inflasi akan memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG. Kondisi perekonomian yang cukup stabil dapat memberikan perkiraan inflasi dalam kondisi normal dan stabil.

"Sehingga jika terjadi kenaikan merupakan hal wajar dimana perekonomian terlihat mulai bergerak seiring dengan mulai membaiknya situasi," jelasnya dalam publikasi riset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper