Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kondisi Global Tidak Pasti, Waktunya Reksa Dana Saham Profit Taking?

Investor reksa dana saham sebaiknya mulai melakukan profit taking saat ini di tengah munculnya sejumlah sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (25/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (25/7/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Investor reksa dana saham sebaiknya mulai melakukan profit taking saat ini di tengah munculnya sejumlah sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

Laporan dari Infovesta Utama pada Senin (29/8/2022) menyebutkan, kinerja reksa dana saham selama periode 19 – 26 Agustus terpantau turun 0,21 persen, sementara itu reksa dana campuran terpantau menguat 0,26 persen.

Pelemahan di reksa dana saham terjadi seiring dengan koreksi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selama sepekan terakhir, kinerja IHSG melemah sebesar 0,52 persen ke level 7.135,25.

Salah satu faktor pelemahan kinerja IHSG adalah rencana pemerintah Indonesia mencabut subsidi BBM akibat peningkatan harga energi global.

“Sentimen tersebut berpotensi mengerek peningkatan inflasi inti yang akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi,” demikian kutipan riset tersebut.

Kenaikan suku bunga BI sebesar 25 bps bulan ini menjadi 3,75 persen turut memperberat kinerja IHSG. Namun, pasar melihat langkah BI menaikkan suku bunga sudah tepat untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan berbagai kelompok harga.

Selain itu, kenaikan suku bunga juga ditujukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah ditengah ketidakpastian global. Sedangkan, sentimen negatif dari luar negeri adalah pasar melihat bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan terus menaikkan suku bunga dalam beberapa waktu untuk meredam inflasi, sehingga berpotensi terhadap perlambatan ekonomi global.

Infovesta menyebutkan, meski kinerja reksa dana saham masih dalam tren bullish, investor sebaiknya mulai mengurangi porsi kepemilikan atau melakukan profit taking.

“Investor sebaiknya menjaga posisi cash untuk diversifikasi portofolio demi menghindari risiko ketidakpastian global,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper