Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Obligasi Masih Terguncang, Ini Proyeksi Yield SUN Semester II/2022

Tren volatilitas pasar obligasi masih akan berlanjut sepanjang semester II/2022 mendatang.
ilustrasi obligasi. Tren volatilitas pasar obligasi masih akan berlanjut sepanjang semester II/2022 mendatang.
ilustrasi obligasi. Tren volatilitas pasar obligasi masih akan berlanjut sepanjang semester II/2022 mendatang.

Bisnis.com, JAKARTA – Fluktuasi yang cukup tinggi masih akan membayangi kondisi pasar obligasi Indonesia pada semester II/2022.

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe mengatakan, saat ini imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) seri acuan 10 tahun cenderung stabil pada kisaran 7,3 persen. Meski demikian, tren volatilitas masih akan berlanjut sepanjang semester II/2022 mendatang.

Salah satu katalis yang menekan pergerakan pasar obligasi Indonesia adalah kelanjutan langkah The Fed yang menaikkan suku bunga acuannya. Ia memperkirakan, kebijakan The Fed tersebut terutama akan terjadi pada kuartal III/2022 mendatang.

“Kenaikan suku bunga The Fed akan membuat investor asing lebih memilih obligasi AS karena yieldnya akan naik mengikuti suku bunga,” jelasnya dalam sesi diskusi dengan media, Kamis (30/6/2022).

Langkah kenaikan suku bunga The Fed kemungkinan akan diikuti Bank Indonesia (BI) pada kuartal yang sama. Amir memprediksi yield SUN seri acuan pada periode ini berpotensi menembus kisaran 7,7 persen hingga 7,8 persen.

Amir melanjutkan, langkah yang dilakukan BI akan turut meningkatkan risiko di pasar surat utang Indonesia. Seiring dengan hal tersebut, level credit default swap (CDS) Indonesia pun akan terkerek naik.

“Dengan daya tarik obligasi AS yang meningkat, kami perkirakan inflow asing ke SUN Indonesia akan cenderung minim dalam jangka pendek,” lanjutnya.

Meski demikian, Amir mengatakan pasar surat utang Indonesia masih cukup resilien hingga akhir tahun ini. Hal tersebut didukung oleh melimpahnya likuiditas dari dalam negeri, yang umumnya berasal dari bank dan pengelola dana pensiun.

“Langkah bauran kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia dan juga pemerintah akan menjaga kondisi pasar obligasi Indonesia,” tambahnya.

Amir memprediksi pada akhir tahun 2022, yield SUN Indonesia seri 10 tahun akan berada di level 7,59 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper