Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Simak Rencana Indofarma (INAF) saat Covid-19 Transisi ke Fase Endemi

Pengembangan bisnis dan produk Indofarma (INAF) akan difokuskan kepada produk untuk prevalensi penyakit yang tinggi, ataupun kebutuhan alat kesehatan.
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian./indofarma.id
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian./indofarma.id

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersiap melakukan transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi, seiring dengan turunnya kasus harian Covid-19. Emiten farmasi seperti PT Indofarma Tbk. (INAF) bersiap meluncurkan strategi memasuki kondisi tersebut. 

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan, setelah memasuki fase endemi, INAF kembali ke kondisi normal tanpa Covid-19. Pengembangan bisnis dan produk perseroan akan difokuskan kepada produk untuk prevalensi penyakit yang tinggi, ataupun kebutuhan alat kesehatan yang memiliki permintaan yang tinggi, dan diharapkan target revenue dapat dicapai dari kelompok produk tersebut.

"Walaupun masih melakukan pengembangan farma, tetapi perseroan akan lebih fokus dalam pengembangan alat kesehatan dan herbal," kata Arief kepada Bisnis, dikutip Minggu (5/6/2022).

Dia melanjutkan, emiten farmasi pelat merah ini akan mendorong penjualan alat kesehatan dengan berbagai mekanisme seperti skema trading melalui anak usaha PT Indofarma Global Medika, original equipment manufacturer (OEM), hingga manufaktur.

Sementara itu, untuk pengembangan bisnis herbal akan dilakukan dengan memperbaiki portofolio produk herbal, dan memasarkan produk natural ekstrak dengan skema business to business kepada industri food and beverage (F&B), obat tradisional, dan industri farma.

Lebih lanjut, Arief menuturkan saat ini kontribusi penjualan produk terkait Covid-19, baik dari kategori obat maupun alat kesehatan ke kinerja perseroan sangat kecil. Menurutnya, penjualan alat kesehatan terkait Covid-19 yang saat ini masih ada seperti produk reagen IVD dan Masker.

"Dengan masuknya indonesia pada masa endemi, dapat dikatakan produk dan bisnis terkait Covid-19 sudah tidak relevan lagi untuk dikembangkan perseroan. Perseroan saat ini memfokuskan kembali penjualan pada produk-produk pareto obat dan alat kesehatan," tuturnya.

Sebagai informasi, tahun ini INAF menargetkan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun, dengan laba bersih Rp45,2 miliar. Adapun INAF menyiapkan anggaran sebesar Rp199,8 miliar untuk melakukan ekspansi di bisnis alat kesehatan dan herbal, yang dananya bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper