Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham-saham Komoditas Berpotensi Menguat Meski IHSG Rawan Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas dan rawan profit taking pada perdagangan hari ini, Kamis (2/6/2022).
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022).  Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas dan rawan profit taking pada perdagangan hari ini, Kamis (2/6/2022), terkecuali untuk saham-saham komoditas.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indeks terlihat dalam trend bullish selama di atas 6.932, sehingga berpeluang menguat dan closing di atas 5 day Moving Average (MA).

“Namun indikator MACD Bearish, Stochastic overbought & weak buy power. Selama di atas 6.930, berpeluang menuju 6.888 DONE-6.988 DONE-7.040 DONE/7.090 DONE/7.150/7.209,” jelas Andri dalam riset harian, Kamis (2/6).

Adapun level resistance hari ini berada di 7.155/7.186/7.209/7.248, sedangkan level support berada di 7.126/7.090/7.0407.023 dengan perkiraan range: 7.090 - 7.200.

Lebih lanjut, Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra menyampaikan, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,54%, begitu juga dengan S&P 500 yang mencatat pelemahan 0,75%, sementara indeks Nasdaq Composite juga terkoreksi 0,72%.

“Pelemahan tersebut terkait dengan kekhawatiran investor terhadap kondisi perekonomian. Disamping itu, bursa Eropa juga melemah. Inflasi zona Euro mencapai 8,1% YoY pada Mei 2022, melebihi perkiraan,” jelas Maxi.

Sebagai informasi, bursa Asia Pasifik pada perdagangan kemarin bergerak variatif dimana Nikkei, Strait Times dan Kospi menguat, sementara Hang Seng terkoreksi. Adapun kurs Rupiah sedikit melemah dibandingkan penutupan Selasa lalu yang berada di posisi IDR14.590 per USD.

Investor dapat mencermati saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan rekomendasi buy pada level 4.700-4.730, dengaj target 4.900/5.000 dan stop di bawah 4.650/4.500.

Kemudian saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan rekomendasi speculative buy pada target 2.380/2.500 dan stop di bawah 2.130.

Investor juga dapat mencermati saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan rekomendasi trading buy pada target 1.850/1.890 stop loss di bawah 1.740. Sementara saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) direkomendasikan trading buy pada target 910/920 stop loss di bawah 850.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper