Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Proses Delisting, Begini Kinerja Bentoel (RMBA) Kuartal I/2022

Emiten berkode saham RMBA ini membukukan penurunan penjualan menjadi Rp1,82 triliun pada kuartal I/2022. Penjualan ini merosot 18 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,22 triliun.
PT Bentoel Internasional Investama Tbk atau Bentoel Group adalah perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia. Perusahaan ini berpusat di Jakarta dan Malang/ Bentoel
PT Bentoel Internasional Investama Tbk atau Bentoel Group adalah perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia. Perusahaan ini berpusat di Jakarta dan Malang/ Bentoel

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (RMBA) mencatatkan penurunan penjualan selama tiga bulan pertama 2022. Meski penjualan turun, perseroan mampu membalik kerugian bersih pada kuartal I/2021 menjadi laba bersih pada kuartal I/2022.

Emiten berkode saham RMBA ini membukukan penurunan penjualan menjadi Rp1,82 triliun pada kuartal I/2022. Penjualan ini merosot 18 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,22 triliun.

Penjualan ini didukung oleh penjualan ke pihak ketiga sebesar Rp1,16 triliun, turun 24 persen dari Rp1,5 triliun secara tahunan. Sementara itu, penjualan ke pihak berelasi juga turun dari Rp689,4 miliar, menjadi Rp657,9 miliar atau turun 4,57 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Perseroan juga mencatatkan penurunan beban pokok penjualan dari Rp1,96 triliun, menjadi Rp1,48 triliun atau turun 24,6 persen yoy.

Dengan penurunan beban pokok tersebut, laba kotor perseroan tercatat meningkat signifikan sebesar 31,96 persen, menjadi Rp342,5 miliar, dari Rp259,5 miliar secara tahunan atau yoy.

Meski penjualan turun, perseroan mampu membalikkan kerugian Rp20,2 miliar, menjadi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp4,29 miliar.

Adapun hingga kuartal I/2022, RMBA mencatatkan penurunan jumlah aset menjadi Rp9,05 triliun, dari Rp9,39 triliun di akhir Desember 2021.

Sementara itu, jumlah liabilitas perseroan turun menjadi Rp3,2 triliun di kuartal I/2022, dari Rp3,6 triliun di akhir Desember 2021. Adapun ekuitas perseroan naik dari Rp5,79 triliun di akhir 2021, menjadi Rp5,81 triliun di akhir Maret 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper