Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Emiten Solid, Wall Street Kembali Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,26 persen ke level 35.913,84, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,18 persen ke 4.6613,67 dan Nasdaq Composite naik 0,63 persen ke 15.595,92.
Seorang pejalan kaki yang memakai masker lewat di depan gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, pada Kamis, (22/7/2021)./Bloomberg
Seorang pejalan kaki yang memakai masker lewat di depan gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, pada Kamis, (22/7/2021)./Bloomberg

Bisnis.colm, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat ke level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin (1/11/2021), ditopang kinerja emiten yang solid, meskipun data manufaktur mengecewakan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,26 persen ke level 35.913,84, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,18 persen ke 4.6613,67 dan Nasdaq Composite naik 0,63 persen ke 15.595,92.

Indeks S&P 500 rebound dari pelemahan sebelumnya, dipimpin oleh kenaikan di saham-saham di sektor energi. Indeks Dow Jones Industrial Average juga sempat menyentuh level 36.000 untuk pertama kalinya sebelum sedikit melandai.

Raksasa produsen kendaraan listrik Tesla Inc. melonjak di tengah kesepakatan pasokan lithium dan dimulainya KTT iklim COP26. Pada akhir perdagangan, Clorox Co. naik menguat pembuat produk pembersih tersebut membukukan penjualan yang lebih baik dari perkiraan.

Lebih dari 80 persen emiten di S&P 500 yang telah merilis kinerja keuangan kuartal III/2021 telah melampaui perkiraan analis. Hal ini menjadi dasar bagi reli saham sejak musim pendapatan dimulai.

Di sisi lain, data menunjukkan tantangan rantai pasokan membebani produsen pada Oktober. Pejabat Fed dijadwalkan mengadakan pertemuan pekan ini, di tengah kegelisahan investor karena ekonomi menghadapi krisis pasokan paling luas sejak krisis minyak tahun 1973.

“Saya hanya akan mengatakan bahwa saham memanjat dinding kekhawatiran. Kita mengantisipasi lebih banyak rotasi perekonomian karena investor semakin yakin bahwa ekonomi berada pada pijakan yang lebih baik. Kita harus melihat penyeimbangan kembali dari growth stock menjadi value stock,” kata kepala alokasi aset UBS Asset Management Evan Brown, dikutip Bloomberg, Selasa (2/11/2021).

Sementara i tu, analis Morgan Stanley Michael Wilson mengatakan tren bullish pasar saham dapat berlanjut hingga liburan Thanksgiving akhir bulan ini, tetapi tidak akan berlangsung lebih lama lagi karena the Fed diperkirakan akan memulai program tapering dan pertumbuhan pendapatan akan melambat lebih jauh ke tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper