Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Nantikan Data Non-Farm Payroll AS, Wall Street Rebound

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,92 persen ke level 34.314,67, sedangkan indeks S&P 500 melonjak 1,05 persen ke 4.345,72 dan Nasdaq 100 naik 1,4 persen ke 14.674,15.
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat rebound pada perdagangan Selasa (6/10/2021) di tengah penantian investor terhadap data tenaga kerja pada hari Jumat mendatang.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,92 persen ke level 34.314,67, sedangkan indeks S&P 500 melonjak 1,05 persen ke 4.345,72 dan Nasdaq 100 naik 1,4 persen ke 14.674,15.

Rebound indeks Nasdaq dan S&P didorong oleh penguatan saham-saham teknologi besar. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun melonjak menjadi 1,53 persen.

Investor dengan cemas menantikan data non-farm payroll pada Jumat mendatang untuk sinyal lanjutan mengenai langkah Federal Reserve selanjutnya. Data ISM pada aktivitas sektor jasa AS lebih baik dari yang diperkirakan pada hari Selasa, sehingga kemungkinan menjaga The Fed tetap di jalur untuk mengumumkan pengurangan laju pembelian obligasi.

Sementara itu, indeks S&P 500 naik kembali di atas rata-rata pergerakan 100 hari. Dinding kekhawatiran telah dibangun di tengah inflasi yang meningkat, indikator pemulihan yang memudar, krisis energi yang menyebar, dan ketegangan politik AS. Penguatan indeks Nasdaq 100 terjadi setelah angka relative strength index (RSI) ke level terendah sejak Maret.

Kepala investasi Bahnsen Group David Bahnsen mengatakan meskipun sebagian sektor pasar saham turun lebih dari yang lain, belum ada tanda-tanda koreksi besar di indeks saham utama.

“Kecil kemungkina investor terlalu khawatir terhadap penurunan pasar yang sangat sederhana ini, yang sebagian besar terkonsentrasi pada saham teknologi yang sangat mahal,” ungkap Bahnsen, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (6/10/2021).

Sektor teknologi informasi S&P 500 turun sekitar 6 persen dari level tertinggi di bulan Agustus karena meningkatnya inflasi dan imbal hasil Treasury telah mendorong keluarnya perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tinggi yang diperdagangkan dengan harga lebih mahal.

Sementara itu, sektor energi naik 17 persen dari level terendah di bulan September karena Eropa bersiap menghadapi krisis energi musim dingin. Kontrak gas alam Eropa melonjak pada Selasa menjadi 114 euro per megawatt-jam, dibandingkan dengan 15,49 euro pada Februari. Minyak mentah di New York juga melanjutkan reli penguatan empat hari berturut-turut.

Kepala strategi investasi Charles Schwab Liz Ann Sonders mengatakan kemungkinan besar pola pergeseran sektor yang cukup cepat ini akan terus berlanjut dalam beberapa waktu mendatang.

“Anda memiliki rotasi koreksi sektoral yang telah terjadi, dan ya, penurunannya lebih signifikan baru-baru ini di Nasdaq, tetapi sepanjang tahun ini, investor telah melihat berbagai periode di mana penurunan luas lebih parah. di sektor-sektor seperti Nasdaq atau saham berkapitalisasi kecil,” ungkapnya.

Komentar Fed terbaru menjelang data nonfarm-payrolls AS datang pada hari Senin. Presiden Fed St. Louis James Bullard yang mengatakan tekanan harga yang tinggi dapat mengubah mentalitas bisnis dan konsumen dengan membuat mereka lebih terbiasa dengan inflasi yang lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper