Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Catat Pelemahan Bulanan Terburuk Sejak Maret 2020

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,59 persen ke 33.843,92, sedangkan indeks S&P 500 melemah 1,19 persen ke 4.307,54 dan Nasdaq Composite turun 0,44 persen ke 14.448,58.
Pelaku pasar sedang memantau perdagangan di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, Senin (20/9/2021)./Bloomberg
Pelaku pasar sedang memantau perdagangan di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, Senin (20/9/2021)./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari terakhir bulan September, Kamis (30/9/2021). Indeks pun mencatat penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,59 persen ke 33.843,92, sedangkan indeks S&P 500 melemah 1,19 persen ke 4.307,54 dan Nasdaq Composite turun 0,44 persen ke 14.448,58.

Sepanjang bulan September, indeks Dow Jones melemah 4,4 persen, sedangkan S&P 500 melemah 4,89 persen dan Nasdaq Composite anjlok 5,35 persen.

Volatilitas terus mengguncang pasar saham meskipun ada konfirmasi bahwa DPT AS meloloskan RUU anggaran untuk mencegah penutupan pemerintah AS atau government shutdown.

Investor juga bersiap untuk pengurangan stimulus moneter Federal Reserve di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan lajuj inflasi, terhentinya rantai pasokan, krisis energi global, dan risiko regulasi yang berasal dari China.

Perselisihan politik di Washington mengenai plafon utang AS mengancam mendorong AS default dan memaksa Presiden Joe Biden untuk mengurangi agenda pengeluarannya. Senator Demokrat Joe Manchin menginginkan paket belanja sosial dipotong lebih dari setengahnya menjadi US$1,5 triliun.

Sementara itu, Ketua DPR Nancy Pelosi maju dengan pemungutan suara pada RUU infrastruktur, meskipun Partai Demokrat mengatakan mereka memiliki jumlah untuk menghentikannya sampai Senat menyetujui paket pajak dan pengeluaran yang lebih ekspansif.

“Pepatah lama, pasar memanjat tembok kekhawatiran, masih melekat,” kata direktur pelaksana UBS Private Wealth Management Tom Mantione, dikutip Bloomberg, Jumat (1/10/2021).

“Kekhawatiran mengenai China, pandemi, pagu utang, dan undang-undang pajak membebani investor saat ini, tetapi penting untuk memahami masalah mana yang dapat menciptakan perubahan struktural dan mana yang menciptakan volatilitas jangka pendek yang dapat dimanfaatkan investor,” lanjutnya.

S&P 500 ditutup pada level terendah sejak Juli, memperpanjang penurunan September hingga hampir 5 persen. Sektor yang sensitif secara ekonomi seperti industri dan keuangan termasuk di antara yang berkinerja terburuk pada hari Kamis. Penurunan tersebut hampir menghapus kenaikan indeks untuk kuartal III/2021.

Rekor teknis yang mendekati rekor untuk S&P 500 membuat beberapa bull khawatir bahwa pullback tajam akan terlambat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper