Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Aluminium Melonjak 40 Persen, Antam (ANTM) Manfaatkan Momentum

Antam berupaya meningkatkan penjualan produk bauksit dan alumina seiring dengan meningkatnya harga aluminium.
Produksi aluminium ingot di PT Inalum Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, Selasa (2/8)./Antara-Septianda Perdana
Produksi aluminium ingot di PT Inalum Kuala Tanjung Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, Selasa (2/8)./Antara-Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mengungkapkan strateginya untuk memanfaatkan momentum penguatan harga aluminium di tengah kudeta di Guinea.

Pada Kamis (9/9/2021) pukul 20.45 WIB, harga aluminium di LME berada di level US$2.826 per ton. Harga sudah meningkat 40,87 persen dari akhir tahun 2020 di level US$2.006 per ton.

Guinea merupakan negara produsen utama mineral bauksit yang menjadi salah satu komponen utama dalam pembuatan aluminium. Sebagai salah satu perusahaan yang memproduksi bauksit, bahan baku aluminium, Antam berupaya untuk memanfaatkan momentum ini.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Anton Herdianto menjelaskan Antam akan berusaha untuk mendapatkan kontrak lebih banyak penjualan bauksit dan alumina.

Dia menjelaskan berkaca dari penjualan, penjualan perseroan terbagi menjadi dua jenis yakni kontrak ekspor dan jangka panjang.

"Kita tentunya akan maksimalkan untuk dapat kontrak yang lebih baik, dari sisi penjualan ada yang bersifat contract export dan long term, mungkin yang export ini bisa menikmati kenaikan harga," paparnya dalam konferensi pers, Kamis (9/9/2021).

Sementara itu, Anton menjelaskan ekspor bauksit Antam saat ini sangat terbatas karena adanya kebijakan izin ekspor bauksit hanya sampai 2023.

Selain ekspor, Anton menjelaskan saat ini hasil produksi bauksit Antam dijual ke anak perusahaannya yang digunakan untuk mengolah alumina.

Hingga semester I/2021, Antam mencatatkan volume produksi bauksit tercatat sebesar 1,09 juta wmt meningkat 36 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Penjualan bauksit tercatat sebesar 587.000 wmt pada semester I/2021, meningkat 4 persen dibandingkan dengan semester I/2020.

Sementara itu, sampai akhir 2021 Antam mengincar penjualan emas di antara 18,5 ton-19 ton, 8,4 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel, dan sekitar 25.000 ton nikel dalam feronikel (TNi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yuliana Hema
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper