Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Melemah, Sentimen The Fed Jadi Penyebab?

Berdasarkan Kurs JISDOR Bank Indonesia, mata uang rupiah ditutup melemah dibandingkan dengan hari sebelumnya Rp14.384.
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp14.414 pada perdagangan di pasar spot akhir pekan ini, Jumat (20/8/2021).

Berdasarkan Kurs JISDOR Bank Indonesia, mata uang rupiah ditutup melemah dibandingkan dengan hari sebelumnya Rp14.384.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dari sisi global, dolar AS telah menguat didorong oleh ekspektasi Federal Reserve AS yang berencana mengurangi stimulus tahun ini. Mereka juga mengisyaratkan bahwa pengurangan aset dapat dimulai segera setelah 2021.

“Investor sekarang akan menantikan simposium Jackson Hole Fed, yang berlangsung dari 26 hingga 28 Agustus, untuk petunjuk lebih lanjut tentang penurunan aset dan jadwal kenaikan suku bunga,” katanya dalam keterangan resmi Jumat (20/8/2021).

Sementara dari aspek dalam negeri pasar merespon negatif terhadap rilis data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) yang mengalami defisit walaupun  pertumbuhan ekonomi di Kuartal Kedua 2021 mengalami kenaikan di 7,07  persen. Pasalnya, kenaikan PDB kuartal II/2021 tidak bisa menopang kenaikan NPI.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, NPI pada kuartal II-2021 berada di posisi defisit US$450 juta. Capaian itu memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya yang surplus hingga mencapai US$4,06 miliar. NPI terdiri dari dua pos besar yaitu transaksi berjalan (current account) serta transaksi modal dan finansial.

Menurutnya defisit transaksi berjalan yang besar tidak mampu ditutup oleh pos transaksi modal dan finansial yang surplus US$ 1,92 miliar pada kuartal II 2021. Sementara transaksi berjalan mengalami defisit US$ 2,23 miliar atau 0,77 persen terhadap PDB. Realisasi itu lebih dalam dibandingkan kuartal sebelumnya yang minus US$ 1,06 miliar atau 0,38 persen PDB.

Maka itu, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan melemah pada pecan ketiga Agustus. Menurutnya, mata uang rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif namun  ditutup melemah pada rentang   Rp14.450 - Rp.14.500.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper