Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Emiten Versus Varian Delta, Wall Street Terkerek ke Zona Hijau

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,8 persen ke level 35.116,40, sedangkan indeks S&P 5000 menguat 0,82 persen ke  4.423,15 dan Nasdaq Composite naaik 0,55 persen ke 14.761,29.
Seorang pejalan kaki yang memakai masker lewat di depan gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, pada Kamis, (22/7/2021)./Bloomberg
Seorang pejalan kaki yang memakai masker lewat di depan gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, pada Kamis, (22/7/2021)./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (3/8/2021) karena sebagian besar laporan keuangan emiten yang positif mampu mengimbangi kekhawatiran baru pembatasan teknologi China dan varian virus delta.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,8 persen ke level 35.116,40, sedangkan indeks S&P 5000 menguat 0,82 persen ke  4.423,15 dan Nasdaq Composite naaik 0,55 persen ke 14.761,29.

Indeks S&P 500 naik ke rekor tertinggi setelah Ralph Lauren Corp., Gartner Inc. dan Under Armour Inc. menguat menyusul laporan pendapatan yang positif.

Sementara itu, Nasdaq 100 juga pulih dari kerugian sebelumnya setelah media pemerintah China mengkritik "candu spiritual" dari game dan Inggris disebut mempertimbangkan pemblokiran kesepakatan Nvidia Corp. senilai US$40 miliar untuk mengakuisisi Arm Ltd.

Minyak mentah mengurangi pelemahan sebelumnya dan membantu mendorong saham energi lebih tinggi. Sebelumnya, sektor ini mendorong indeks Stoxx Europe 600 ke rekor tertinggi setelah BP Plc mengikuti perusahaan Big Oil dengan meningkatkan dividen dan buyback saham.

Namun, penurunan harga minyak membebani kenaikan karena penyebaran varian delta terus menimbulkan risiko terhadap permintaan. Pasar juga merosot sebelumnya di tengah berita bahwa New York City akan mewajibkan pelanggan di restoran dan pusat kebugaran indoor untuk menunjukkan bukti vaksinasi.

“Saya pikir apa yang akan terus Anda lihat adalah volatilitas yang berkelanjutan. Untuk sementara, fokus volatilitas utama adalah apakah ada inflasi atau tidak?” ungkap JJ Kinahan, kepala analis pasar di TD Ameritrade, dikutip Bloomberg, Selasa (3/8/2021).

"Minggu ini adalah kinerja emiten yang positif melawan varian delta, dan apakah penyebarannya akan menghentikan pembukaan kembali bisnis?"

Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun menjadi 1,17 persen setelah turun sempat menyentuh angka 1,15 persen. Sementara itu, dolar AS melemah tipis terhadap mata uang utama.

Pelaku pasar kini tengah menunggu data tenaga kerja utama AS pekan ini untuk mengukur pemulihan dan memantau dampak tekanan harga yang dipicu oleh gangguan terkait pandemi.

Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan dia dapat mendukung pengumuman tapering pada bulan September, jika dua laporan pekerjaan bulanan AS berikutnya menunjukkan kenaikan yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper