Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan Naik, Laba Harum Energy (HRUM) Malah Turun 52 Persen pada Semester I/2021

Per 30 Juni 2021, HRUM mencatatkan pendapatan US$155,72 juta naik 12,84 persen dari US$102,54 juta pada semester pertama 2020.
Kegiatan operasional di tambang batu bara yang dikelola oleh PT Harum Energy Tbk./harumenergy
Kegiatan operasional di tambang batu bara yang dikelola oleh PT Harum Energy Tbk./harumenergy

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) mencetak kenaikan pendapatan sepanjang semester pertama tahun ini. Kendati demikian, laba bersih perseroan malah melorot.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, emiten bersandi HRUM ini mencetak pendapatan US$155,72 juta naik 12,84 persen dari US$102,54 juta pada semester pertama 2020.

Kontribusi pendapatan tertinggi didapat dari kontrak dengan pelanggan yang meningkat menjadi US$108,96 juta dibandingkan dengan US$96,09 juta. Pendapatan sewa juga meningkat menjadi US$6,76 juta dari US$6,44 juta.

Beban pokok pendapatan perseroan menciut menjadi US$69,47 juta dibandingkan dengan US$71,21 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sayangnya, pada pos beban umum dan administrai meningkat menjadi US$13,25 juta dari US$11,54 juta. Pos beban lainnya meningkat signifikan menjadi US$11,01 juta dibandingkan dengan sebelumnya US$4.859. Pos beban keuangan juga meningkat menjadi US$1,14 juta dari US$560.428.

Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan menjadi US$27,34 juta turun daripada US$28,35 juta pada 30 Juni 2020. Beban pajak penghasilan meningkat, sehingga laba periode berjalan menjadi US$19,08 juta lebih rendah dari kinerja semester pertama 2020 sebesar US$23,86 juta.

Walhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih HRUM turun 52,77 persen menjadi US$10,35 juta pada semester I/2021. Padahal, semester pertama tahun lalu HRUM berhasil mencetak laba bersih US$21,92 juta.

Adapun, total ekuitas HRUM meningkat menjadi US$467,53 juta pada semester ini dari US$454,79 juta pada akhir tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper