Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jababeka (KIJA) Bakal Rilis Global Bond Setara Rp5 Triliun

Direksi Jababeka menyampaikan rencana surat utang yang diterbitkan JIBV sebanyak-banyaknya US$350 juta atau setara dengan Rp5,07 triliun dengan estimasi kurs Rp14.500 per dolar AS.
Foto aerial kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. Bisnis/Himawan L Nugraha
Foto aerial kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pengembang lahan industri PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. akan menerbitkan surat utang berdenominasi AS lewat anak usahanya yaitu Jababeka International B.V. (JIBV).

Dalam keterbukaan informasi, Direksi Jababeka menyampaikan rencana surat utang yang diterbitkan JIBV sebanyak-banyaknya US$350 juta. Jumlah itu setara dengan Rp5,07 triliun dengan estimasi kurs Rp14.500 per dolar AS.

Dengan memperhitungkan kurs tengah Bank Indonesia senilai Rp14.105 pada akhir 2020, jumlah tersebut setara dengan 78,86 persen dari nilai ekuitas Jababeka berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan.

Dengan demikian, emiten dengan kode saham KIJA ini memerlukan persetujuan pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menerbitkan surat utang ini.

Dana dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan utamanya untuk pembiayaan kembali atau refinancing surat utang yang lama yaitu surat utang senior senilai US$300 juta yang diterbitkan JIBV dan akan jatuh tempo pada 2023.

Refinancing itu dianggap perlu sehingga dapat memperbaiki profil jatuh tempo pinjaman dan mengurangi risiko kredit perseroan.

“Pembayaran pokok atas pinjaman-pinjaman perseroan, baik di tingkat perseroan maupun anak perusahaan akan membuat likuiditas perseroan menjadi lebih baik,” tulis Direksi Jababeka, dikutip Sabtu (24/7/2021).

Selain itu, surat utang tersebut akan digunakan emiten dengan kode saham KIJA untuk membiayai kegiatan umum yang nantinya juga akan meningkatkan likuiditas dan keuntungan perseroan.

Adapun, hingga tanggal keterbukaan informasi ini belum tersedia informasi terkait dengan investor yang akan membeli surat utang baru Jababeka tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper