Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pesanan Industri Jerman Merosot, Bursa Eropa Tambah Lesu

Bursa saham Eropa bergerak menuju penurunan mingguan terbesarnya sejak Desember, tertekan lesunya data perdagangan China dan pesanan industri Jerman.
Indeks Stoxx 600/Reuters
Indeks Stoxx 600/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa bergerak menuju penurunan mingguan terbesarnya sejak Desember, tertekan lesunya data perdagangan China dan pesanan industri Jerman.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 turun 0,5% pada pukul 15.31 sore WIB perdagangan hari ini, Jumat (8/3/2019), menuju penurunan mingguan terbesarnya sejak 21 Desember. Pada saat itu, aksi jual besar-besaran menyapu pasar global.

Indeks acuan kawasan Eropa tersebut melanjutkan pelemahannya setelah tertekan oleh saham-saham bank zona euro pada perdagangan Kamis (7/3/2019)  usai Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) memangkas proyeksi pertumbuhannya dan menunda kenaikan suku bunga.

Pelemahan Stoxx berlanjut pada hari ini, dengan saham perusahaan sumber daya dasar dan otomotif masing-masing turun 1,4% dan 1,6% setelah China melaporkan penurunan ekspor terbesar dalam tiga tahun.

Menurut data bea cukai China yang dirilis hari ini, Jumat (8/3/2019), ekspor pada Februari 2019 anjlok 20,7% dari tahun sebelumnya, penurunan terbesar sejak Februari 2016.

Realisasi ini jauh lebih besar dari perkiraan penurunan sebesar 4,8% oleh para ekonom dalam survei Reuters serta berbanding terbalik dengan lonjakan tak terduga sebesar 9,1% pada Januari.

Sementara itu, impor pada Februari turun 5,2% dari tahun sebelumnya, lebih buruk dari proyeksi analis untuk penurunan 1,4% juga lebih besar dari penurunan 1,5% pada Januari.

Dengan demikian, China mencatat surplus perdagangan sebesar US$4,12 miliar untuk Februari, jauh lebih kecil dari perkiraan sebesar US$26,38 miliar.

Tak lama setelahnya, pesanan industri Jerman secara tak terduga dilaporkan mencatat penurunan. Pesanan industri Jerman mencatat penurunan terbesar dalam tujuh bulan pada Januari, meskipun angka capaian pada Desember 2018 direvisi menjadi naik.

Menurut data Kementerian Ekonomi Jerman, kontrak-kontrak untuk barang 'Made in Germany' turun 2,6% pada Januari, penurunan tertajamnya sejak Juni 2018. Adapun angka pesanan untuk Desember direvisi menjadi kenaikan 0,9% setelah sebulan sebelumnya dilaporkan turun 1,6%.

“Namun penurunan pesanan saat ini menunjukkan perlambatan berkelanjutan di sektor industri pada awal tahun,” terang Kementerian Ekonomi.

Penurunan pesanan industri Jerman menjadi pertanda lebih lanjut bahwa negara berekonomi terbesar di Eropa itu mengawali 2019 dengan lesu. Indeks saham DAX Jerman pun turun 0,6%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper