JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia mengatakan 3 emiten akan menjelaskan rencana bisnis mereka bulan ini di antara 7 yang telah disuspensi lebih dari setahun.
Direktur Pengawasan Perusahaan BEI Hoesen mengatakan telah mendapat respon dari 7 emiten yang terancam delisting setelah saham mereka dihentikan sementara terkait kelanjutan usaha.
"Yang 3 ini ditunggu sampai akhir bulan, mereka respon mau mengirimkan rencana bisnis mereka," ujarnya Jumat (18/1/2013).
Sementara itu, sisa 4 emiten meminta perpanjangan waktu untuk merencanakan kelanjutan bisnis mereka.
Dia menjelaskan tidak mudah untuk merestrukturisasi sebuah bisnis sehingga masih memberi waktu kejelasan usaha ke depannya hingga kuartal pertama tahun ini.
Menurutnya, sejumlah rencana bisnis yang mungkin dilakukan mereka adalah penawaran saham terbatas (rights issue) dan pergantian lini usaha.
Menurut catatan Bisnis, 7 emiten yang sahamnya sudah memasuki tahun kedua suspensi adalah: PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA), PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO), PT Indo Setu Bara Resources Tbk (CPDW), PT Amstelco Indonesia Tbk (INCF), PT Panasia Filament Inti Tbk (PAFI), PT Panca Wiratama Sakti Tbk (PWSI), dan PT Siwani Makmur Tbk (SIMA). (msb)