JAKARTA: PT Indofarma (Persero) Tbk, emiten farmasi pelat merah, akan go private dan menjadi anak perusahaan dari emiten farmasi milik pemerintah lainnya yaitu PT Kimia Farma (Persero) Tbk pada tahun depan.Dirut Indofarma Djakfarudin Junus mengatakan perseroan akan memperkuat produksi Kimia Farma. Kedua BUMN sektor farmasi tersebut memiliki kelebihan masing-masing dan saling melengkapi."Indofarma kuat di hulu sedangkan Kimia Farma kuat di hilir. Jadi saling melengkapi," tuturnya pada akhir pekan.Dia menjelaskan Indofarma memiliki basis produksi yang kuat. Kapasitas produksi Indofarma mencapai dua hingga tiga kali lipat dari Kimia Farma. Namun, dengan apoteknya, Kimia Farma memiliki basis distribusi yang jauh lebih kuat dari Indofarma.Djakfarudin mengungkapkan keputusan pemerintah untuk memilih Kimia Farma yang menjadi induk perusahaan semata-mata karena aset Kimia Farma yang lebih besar dari aset Indofarma. Meskipun demikian, dia menerangkan, Indofarma cenderung lebih fokus kepada perbaikan kinerja keuangan dan produksi perseroan ketimbang rencana penggabungan dua BUMN farmasi yang dalam istilah Kementerian Negara BUMN disebut re-grouping.Menurutnya, pihaknya lebih fokus kepada rencana kuasi reorganisai dalam rangka perbaikan kinerja perseroan sebagaimana yang telah diinstruksikan Menteri Negara BUMN sebelumnya yakni Mustafa Abubakar."Berhubung Kimia Farma yang akan akuisisi, biar mereka saja yang mengurusnya dan siapapun yang akan akuisisi perseroan, kami maunya dibeli dengan harga mahal karena setelah akuisisi kinerja kami akan bagus," ujarnya. (tw)
Indofarma jadi anak usaha Kimia Farma
JAKARTA: PT Indofarma (Persero) Tbk, emiten farmasi pelat merah, akan go private dan menjadi anak perusahaan dari emiten farmasi milik pemerintah lainnya yaitu PT Kimia Farma (Persero) Tbk pada tahun depan.Dirut Indofarma Djakfarudin Junus mengatakan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Topik

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

33 menit yang lalu
Rekor Baru Harga Emas Dibayangi Tarif Trump dari AS
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
