Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Won & ringgit pimpin penguatan mata uang Asia

JAKARTA: Nilai tukar mata uang Asia menguat dipimpin oleh won Korea Selatan dan ringgit Malaysia menyusul optimisme pertumbuhan ekonomi di kawasan dan melebarnya imbal hasil keuntungan dibandingkan dengan negara maju.Laporan pada pekan ini menunjukkan

JAKARTA: Nilai tukar mata uang Asia menguat dipimpin oleh won Korea Selatan dan ringgit Malaysia menyusul optimisme pertumbuhan ekonomi di kawasan dan melebarnya imbal hasil keuntungan dibandingkan dengan negara maju.Laporan pada pekan ini menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen di Korea Selatan naik ke level tinggi dalam 3 bulan dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama di Thailand naik dalam laju tercepat dalam setahun. Korea Selatan, Thailand, India, China, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Taiwan bersama-sama meningkatkan suku bunga acuannya pada tahun ini. Indeks Asia Dolar BloombergJP Morgan anjlok ke level terendah dalam hampir 2 bulan pada 23 Mei akibat kekhawatiran memburuknya krisis utang Eropa akan menggetahi permintaan aset di negara berkembang. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, won menguat 1,2% menjadi 1.088,40 per dolar AS pada penutupan perdagangan di Seoul. Ringgit menguat 0,6% menjadi 3,0435 dan dolar Singapura menguat 0,4% menjadi 1,2440 per dolar AS. Saat ini, tingkat suku bunga acuan India berada di level 7,25% dan suku bunga acuan Indonesia sebesar 6,75%. Posisi suku bunga itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga maksimum di Jepang dan AS yaitu 0,25%. Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada April, perekonomian negara berkembang Asia dapat naik hingga 8,4% pada 2011, sedangkan negara maju hanya tumbuh 2,4%. (luz)
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Sofi’I
Editor : Mursito

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper