Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Krisis utang Eropa gerogoti kurs euro

SINGAPURA: Nilai tukar euro terkoreksi ke level terendah dalam sepekan terhadap dolar AS akibat kekhawatiran krisis utang di Eropa yang menurunkan permintaan atas aset dari kawasan itu.

SINGAPURA: Nilai tukar euro terkoreksi ke level terendah dalam sepekan terhadap dolar AS akibat kekhawatiran krisis utang di Eropa yang menurunkan permintaan atas aset dari kawasan itu.

Kurs euro juga melemah ke level terendah terhadap franc Swiss dan Standard & Poor's pada 20 Mei mengancam memangkas peringkat kredit Italia.

Nilai tukar yen dan dolar AS menguat terhadap 16 mata uang negara mitra dagangnya di tengah spekulasi pelemahan sejumlah saham di Asia, sehingga meningkatkan permintaan atas aset yang lebih aman.

"Perkembangan sepanjang akhir pekan lalu di antaranya pemilihan umum di Spanyol makin mempersulit posisi utang Eropa," kata Senior Currency Strategist Westpac Banking Corp Sean Callow di Sydney.

Nilai tukar euro terhadap dolar AS diperdagangkan turun US$1,4113 pada pukul 0.40 waktu Tokyo dari posisi penutupan 20 Mei US$1,4161. Mata uang tunggal di sejumlah negara di Eropa itu bahkan sempat menyentuh US$1,4096 pada awal perdagangan yang merupakan posisi terendah sejak 16 Mei.

Euro juga melemah ke posisi 115,23 yen dari level sebelumnya 115,69 yen. Adapun dolar AS diperdagangkan di posisi 81,65 yen dari catatan sebelumnya 81,70 yen.(luz)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Sofi’I
Editor : Mursito

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper