Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemlu: 540 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Paling Banyak di Kapal Pesiar

Berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Twitter resmi Kemlu @Kemlu_RI jumlah WNI pasien positif Covid-19 tersebut dihimpun oleh Kemenlu hingga Kamis (23/4/2020) pukul 08.00 WIB.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa warga negara Indonesia yang terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya mencapai 540 orang di 30 negara plus satu kapal pesiar.

Berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan melalui akun Twitter resmi Kemlu @Kemlu_RI jumlah WNI pasien positif Covid-19 tersebut dihimpun oleh Kemenlu hingga Kamis (23/4/2020) pukul 08.00 WIB.

Adapun, sehari sebelumnya jumlah WNI yang terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya 536 orang di 30 negara plus 1 kapal pesiar.

Sementara itu, jumlah WNI yang berhasil sembuh tercatat bertambah lima orang dari hari sebelumnya dari Vatikan, Singapura, Inggris, dan Ekuador. Jumlah keseluruhan WNI di luar negeri yang berhasil sembuh saat ini menjadi 131 orang.

Dengan demikian, persentase kasus terkonfirmasi virus Corona WNI di luar negeri yang berhasil sembuh menjadi 24,25 persen. Berikut ini, perinciannya:

1. Amerika Serikat 38 kasus: 2 sembuh, 27 dalam kondisi stabil, 9 meninggal dunia

2. Arab Saudi 11 kasus: 4 sembuh, 5 dalam kondisi stabil, 2 meninggal dunia

3. Australia 2 kasus: seluruhnya dalam kondisi stabil

4. Belanda 7 kasus: 2 sembuh, 2 dalam kondisi stabil, 3 meninggal dunia

5. Belgia 2 kasus: semua dalam kondisi stabil

6. Brunei Darussalam 5 kasus: 4 sembuh, 1 dalam kondisi stabil

7. Ekuador 1 kasus sembuh.

8. Filipina 1 kasus dalam kondisi stabil

9. Finlandia 1 kasus sembuh

10. India 75 kasus: 25 sembuh, 50 dalam kondisi stabil

11. Inggris 11 kasus: 6 sembuh, 3 dalam kondisi stabil, 2 meninggal dunia

12. Irlandia 1 kasus sembuh

13. Italia 3 kasus seluruhnya dalam kondisi stabil

14. Jepang 1 kasus dalam kondisi stabil

15. Jerman 8 kasus: 5 sembuh, 3 dalam kondisi stabil

16. Kamboja 2 kasus dalam kondisi stabil

17. Kanada 1 kasus dalam kondisi stabil

18. Korea Selatan 1 kasus sembuh

19. Malaysia 108 kasus: 7 sembuh, 99 stabil, 2 meninggal dunia

20. Oman 1 kasus dalam kondisi stabil

21. Pakistan 21 kasus: 13 sembuh, 8 dalam kondisi stabil

22. Uni Emirat Arab 11 kasus: seluruhnya dalam kondisi stabil

23. Qatar 4 kasus: 2 sembuh, 2 dalam kondisi stabil

24. China (Makau) 3 kasus seluruhnya dalam kondisi stabil

25. China Taipei (Taiwan) 3 kasus seluruhnya dalam kondisi stabil

26. Singapura 48 kasus: 21 sembuh, 24 dalam kondisi stabil, 1 dalam perawatan khusus, 2 meninggal dunia

27. Spanyol 11 kasus: 10 sembuh, 1 dalam kondisi stabil

28. Thailand 1 kasus dalam kondisi stabil

29. Turki 2 kasus: 1 sembuh, 1 meninggal dunia

30. Vatikan 7 kasus: 5 sembuh, 2 dalam kondisi stabil

31. Kapal pesiar 148 kasus: 17 sembuh, 128 dalam kondisi stabil, 3 meninggal dunia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Rezha Hadyan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper