Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PUTARAN DOHA Diakui Alami Stagnasi

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku kemajuan perundingan Putaran Doha yang dirumuskan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) stagnan, dan Indonesia siap memfasilitasi perundingan baru dalam pertemuan tingkat menteri WTO di Bali PADA akhir

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku kemajuan perundingan Putaran Doha yang dirumuskan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) stagnan, dan Indonesia siap memfasilitasi perundingan baru dalam pertemuan tingkat menteri WTO di Bali PADA akhir tahun ini.

Pertemuan WTO di Doha pada 2001 merumuskan penerapan liberalisasi perdagangan global, namun hingga kini masih sulit terwujud."Dalam hal ini, Indonesia percaya bahwa Putaran Doha WTO tetap harus dilanjutkan," katanya saat membuka World Export Development Forum hari ini, Senin (15/10/2012).Yudhoyono mengatakan  Indonesia akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri WTO di Bali pada Desember 2012. Menurut Presiden, pertemuan di Bali itu harus dapat membawa  ide-ide segar untuk menangani stagnasi hasil perundingan Doha 2001."Putaran Pembangunan Doha sudah lama stagnan. Pertemuan di Bali nanti harus membahas tentang bagaimana cara terbaik untuk memperkuat liberalisasi perdagangan internasional," ujarnya.Yudhoyono mengatakan hambatan nontarif masih menjadi kendala dalam meningkatkan perdagangan internasional antarnegara berkembang. Padahal pasar negara berkembang dan kawasan negara bagian Selatan saat ini menjadi pasar alternatif, ditengah menurunnya ekonomi engara-negara maju.

Namun, dibeberapa negara berkembang, kebijakan nontarif masih menjadi salah satu hambatan perdagangan internasional. Bahkan, kebijakan nontarif ini bisa lebih tinggi biayanya dari tarif perdagangan konvensional.

"Penghilangan hambatan nontarif Ini harus mencapai tujuan bersama dalam perdagangan antarnegara. Dengan hambatan yang lebih rendah, perdagangan internasional bisa ditingkatkan," katanya.  (sut)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Sutarno

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper