SEMARANG: Laju inflasi Jateng pada 2011 tercatat 2,68% dan beras sebagai komoditas penyumbang terbesar kenaikan indeks harga konsumen selama setahun.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember 2011) dan laju inflasi tahunan (Desember 2010-Desember 2011) itu jauh lebih rendah dibanding inflasi 2010 yang mencapai 6,88%.
"Laju inflasi 2011 memang relatif bagus. Akselerasinya tidak setinggi 2010 yang dipicu oleh kenaikan harga bumbu-bumbuan. Selama 2011, beras menjadi pemicu utama. Bumbu-bumbuan memang menjadi pemicu, tapi tidak seganas 2010," ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jateng Jam Jam Zamachsyari hari ini.
Inflasi Jateng pada Desember mencapai 0,37% yang dipicu oleh kenaikan harga beberapa komoditas bahan pangan, seperti cabai merah, beras, dan tomat sayur.
Kelompok bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 0,26%; diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,03%; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,03%; serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02%.
"Seluruh kota IHK mengalami inflasi. Kota Surakarta tercatat mengalami inflasi tertinggi, yang mencapai 0,62%, disusul Semarang 0,38%, Purwokerto 0,07% dan Tegal 0,06%," jelas Kepala BPS Jateng Lukito Praptoprijoko. (sut)