Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Operator seluler tolak tarif retribusi 2%

MAKASSAR: Berikut ini sejumlah berita yang disoroti surat kabar yang beredar di kawasan timur Indonesia hari ini.IMPOR BARANG MODAL: Impor barang modal di Sulawesi Selatan, khususnya jenis mesin/pesawat mekanik, dalam 4 tahun terakhir terus melonjak

MAKASSAR: Berikut ini sejumlah berita yang disoroti surat kabar yang beredar di kawasan timur Indonesia hari ini.IMPOR BARANG MODAL: Impor barang modal di Sulawesi Selatan, khususnya jenis mesin/pesawat mekanik, dalam 4 tahun terakhir terus melonjak seiring dengan peningkatan kebutuhan alat produksi untuk industri dan kegiatan terkait lainnya.Pada 2010, nilai impor mesin/pesawat mekanik dilaporkan mencapai US$163,69 juta, meroket 158% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan lebih tinggi dibukukan jika dilakukan komparasi dengan 2007, apalagi 2006 yang hanya sekitar US$120.000. (Bisnis Indonesia Regional Timur)PERDA BTS: Perusahaan operator seluler menolak pengenaan tarif retribusi sebesar 2% dari nilai jual objek pajak secara merata untuk setiap base transceiver station (BTS) yang dibangun di Makassar, yang rencananya akan dicantumkan dalam peraturan daerah tentang menara telekomunikasi.Juru bicara PT Telkomsel Maruli Simamorang mengatakan pemerintah daerah seharusnya tidak boleh menyamakan besaran retribusi, sebab setiap BTS memiliki ukuran dan kondisi berbeda. Pengenaan hingga batas maksimal 2%, kata dia, juga harus berdasar agar tidak merugikan pengusaha. (Bisnis Indonesia Regional Timur)EMAS POBOYA: PT Citra Palu Mineral kembali menegaskan komitmen untuk membiarkan para penambang tradisional mengadu nasib dengan mendulang emas di areal konsesi perseroan di Poboya, Sulawesi Tengah, kendati proses eksplorasi akan dimulai bulan ini juga.Manager External Relations Citra Palu Mineral (CPM) Syahrial Suandi mengatakan pihaknya juga berjanji membuka diri bagi warga sekitar tambang yang ingin bekerja di perusahaan itu dalam kegiatan pengeboran kelak. (Bisnis Indonesia Regional Timur) DAIHATSU: PT Astra Internasional Tbk Daihatsu menargetkan penjualan kendaraan roda empat di wilayah Makassar tahun ini mencapai 3.500 unit, atau meningkat 40% dari sasaran tahun lalu dengan tetap mengandalkan kontribusi tipe Xenia.Manajer PT Astra Internasional Tbk Daihatsu Makassar Fanfan Fadillah mengatakan realisasi penjualan tahun lalu menembus 2.886 unit atau 15% di atas target. Pencapaian itu, kata dia, mendorong pihaknya mematok sasaran yang lebih ambisius tahun ini. (Bisnis Indonesia Regional Timur)KEBUTUHAN HOTEL: Sulawesi Selatan dinilai masih membutuhkan sekitar 1.600 kamar hotel baru guna memenuhi potensi permintaan di masa mendatang seiring dengan peningkatan jumlah kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) dan pariwisata.Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel Amal Natsir mengatakan tingkat hunian hotel di daerah itu beberapa tahun terakhir telah meningkat cukup signifikan, terutama di Makassar. Peningkatan okupansi itu telah diiringi investasi pembangunan hotel baru di sejumlah titik kota. (Bisnis Indonesia Regional Timur)PENYEBAB BANJIR: Banjir yang melanda Kota Makassar pekan lalu dinilai tidak terlepas dari buruknya sistem tata ruang perkotaan. Daerah resapan air yang seharusnya menyerap air hujan, dialihfungsikan menjadi kawasan permukiman dan pertokoan.Ruang terbuka hijau (RTH) yang berfungsi sebagai resapan air makin jarang ditemui dan luasnya sangat terbatas. Kondisi ini disebabkan ketidaktegasan pemerintah kota dalam mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB). (Seputar Indonesia Makassar)RAKERNAS MUAMALAT: PT Bank Muamalat akan menggelar rapat kerja nasional 2011 di Makassar guna menunjukkan komitmen perseroan menggarap pasar di kawasan timur Indonesia. Area Manager Bank Muamalat Wilayah KTI Nurcholis mengatakan pertumbuhan asset perseroan di KTI tahun lalu mencapai 40% menjadi Rp1,4 triliun. (Seputar Indonesia Makassar)(er)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : News Editor
Editor : Mursito

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper