JAKARTA: PT Telkom Tbk kembali melirik StarOne setelah beberapa waktu yang lalu pernah membahas rencana pembelian layanan FWA tersebut dengan manajemen Indosat.
VP Marketing and Public Communication Telkom Eddy Kurnia mengakui pihaknya pernah membahas hal tersebut dengan Indosat tetapi belum dikaji secara rinci.
Kami juga belum sampai pada kesimpulan mengenai menguntungkan atau merugikannya apabila Telkom mengambil StarOne. Manajemen Telkom juga belum membahasnya lebih lanjut, ujarnya kepada Bisnis hari ini.
Sebagaimana diketahui, rencana merger antara Telkom Flexi dengan Pt Bakrie Telecom (Esia) dipastikan kandas setelah adanya penolakan yang kuat dari serikat karyawan (Sekar) Telkom.
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengakui ketertarikannya untuk mencarikan mitra alternatif selain Bakrie Telecom agar bisa terus mengembangkan layanan fixed wireless access (FWA) Flexi di Indonesia."Pada satu atau 1,5 tahun lalu memang ada pembicaraan dengan Indosat membahas StarOne-Flexi. Tetapi setelah itu tidak ada lagi," ujarnya.PT Indosat Tbk dikabarkan siap melepas StarOne. Langkah ini terpaksa diambil demi mengurangi beban perusahaan karena pertumbuhannya yang terbilang stagnan. Rinaldi mengatakan pihaknya terbuka untuk kembali berdiskusi jika Indosat memang benar ingin memisahkan StarOne dari perusahaanya.Flexi sendiri saat ini memiliki 16,5 juta pelanggan. Sementara StarOne stagnan di kisaran 600.000-700.000 pelanggan. Telkoms angat berkepentingan untuk meminang StarOne karena kanal frekuensinya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan layanan FWA.
PT Indosat Tbk dinilai perlu melaporkan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika apabila benar akan melepas Divisi Star One karena akan menyangkut sumberdaya yang terbatas, yaitu frekuensi dan penomoran.
StarOne hanyalah nama produk, sedangkan yang memegang lisensinya adalah Indosat, sehingga perlu kejelasan mengingat frekuensi tidak bisa dipindahtangankan ke perusahaan lain, ujar anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi.
Menurut dia, saat ini memang lisensi antara seluler dan fixed wireless access (FWA) dipisahkan, tidak seperti dulu masih digabung dalam satu paket.
Komisaris independen Indosat Alexander Rusli mengungkapkan kemungkinan penjualan StarOne memungkinkan. Namun belum disampaikan kepada Dewan Komisaris, katanya.(api)