JAKARTA: Rencana penawaran umum terbatas (PUT/rights issue) PT Amstelco Indonesia Tbk, dahulu bernama PT Indocitra Finance Tbk, kemungkinan akan mundur hingga akhir Februari, dari rencana awal pada bulan ini.
Menurut laporan perseroan seperti termuat dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia, Kemungkinan waktu pelaksanaan aksi korporasi itu terkait dengan rencana penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 28 Februari.
RUPSLB itu awalnya diagendakan pada akhir Desember tahun lalu, tetapi batal digelar karena perseroan belum mengantongi pencabutan izin pembiayaan yang masih dimiliki perseroan. Di sisi lain, kewenangan pencabutan itu hanya bisa dilakukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
[Penentuan waktu itu] tergantung dari share holder [pemegang saham], [masih] sesuai dengan aturan bursa yaitu 35 hari sejak akhir tahun lalu, ujar Direktur Utama Amstelco Yayah Diasmono hari ini.
Perseroan juga menyatakan akan meminta persetujuan pemegang sahamnya dalam RUPSLB itu untuk rencana perubahan modal dasar, perubahan anggaran dasar, dan rencana penamabahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) senilai Rp3,6 triliun.
Selain itu, perseroan juga mengagendakan meminta persetujuan rencana akuisisi PT Amstelco Energy Resources dan Amstelco Plc, serta perombakan direksi dan komisaris emiten yang berkode saham INCF itu.
Dalam rencana aksi korporasi itu, Amstelco berencana membeli saham Amstelco Plc senilai Rp2,75 triliun selain membeli PT Amstelco Energy Resources.
Perusahaan itu berencana menggunakan dana untuk aksi korporasi dari pembeli siaga yang siap menampung saham yang tidak dieksekusi pemegang saham lain, yaitu Amco Plc. Dari dana itu juga, Amstelco Plc akan membayar utang kepada Amco.(fh)