JAKARTA:Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan rencana kedatangan para tokoh agama yang menganggap pemerintah berbohong ke Istana hari ini bukan dipanggil oleh Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono.
Julian mengatakan rencana kehadiran tokoh agama tersebut ke Istana justru atas permintaan salah satu tokoh di dalamnya, yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Tidak [karena dipanggil SBY, kehadiran tokoh agama di Istana], tapi karena ada permintaan dari Din Syamsuddin untuk bertemu Presiden, kata Julian menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden, hari ini.
Dia mengatakan atas permintaan bertemu tersebut, pemerintah memberikan respons dan menjawabnya secara positif dan menerima kehadiran para tokoh agama itu dengan tangan terbuka.
Menurut Julian, pemerintah selalu terbuka untuk melakukan diskusi dengan sejumlah pihak termasuk para tokoh agama, guna menciptakan kebaikan bersama. Bukan sebaliknya, sambung dia, karena tokoh agama membeberkan ada kebohongan maka pemerintah menggunakan kekuasaan dengan memanggil mereka.
Begitu juga ketika Din menyatakan ingin bertemu dengan Preisen, para tokoh agama disediakan waktu untuk bertemu dengan Kepala Negara hari ini di Istana Presiden dan direncanakan akan dimulai pada pukul 20.00 WIB.
Malam ini [pertemuan tokoh agama dan SBY] jam 8 malam, kata Julian.
Seperti diketahui, sebelumnya sejumlah tokoh lintas agama menjabarkan adanya sejumlah kebohongan yang dilakukan pemerintahan SBY.(er)