Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata mengatakan berdasarkan penghitungan dari rasio premi bruto yang disetahunkan dan GDP (pertumbuhan ekonomi) 2010 diperoleh penetrasi asuransi per September 2010 sebesar 2,1%.
Menurut dia, penghitungan penetrasi asuransi tersebut dilakukan dengan premi bruto sebesar Rp94,85 triliun dan GDP sebesar Rp4.727 triliun. Penetrasi tersebut naik tipis dari posisi semester I/2010 sebesar 1,98%.
Saya yakin penetrasi akan terus menembus 2%, dengan posisi per 30 September sebesar 2,1%. Hal itu didukung pertumbuhan industri yang signifikan selama sembilan bulan tahun ini, ujarnya, kemarin.
Isa menuturkan pertumbuhan industri per 30 September 2010 tersebut terlihat dari sejumlah indikator seperti aset, yang antara lain ditopang oleh pertumbuhan bisnis (pendapatan premi) dan investasi.
Aset industri asuransi nasional hingga kuartal III/2010 mengalami pertumbuhan sebesar 27% menjadi Rp214,94 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp169,15 triliun.
Adapun, pendapatan premi bruto asuransi nasional per 30 September 2010 tercatat mencapai Rp74,7 triliun, naik 17,38% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp63,64 triliun.
Investasi asuransi hingga kuartal III/2010 tercatat sebesar Rp187,35 triliun, mengalami pertumbuhan 28,87% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp145,37 triliun. (04)