Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisnis Pengiriman Uang Mandiri, BRI, dan BCA Makin Deras jelang Lebaran

Bisnis kirim uang dari luar negeri atau remitansi Bank Mandiri, BCA, dan BRI diproyeksikan tumbuh kuat jelang Lebaran tahun ini.
Nasabah sedang melakukan transaksi di Bank Mandiri Hong Kong Remittance Office - Dok. Bank Mandiri
Nasabah sedang melakukan transaksi di Bank Mandiri Hong Kong Remittance Office - Dok. Bank Mandiri

Bisnis.com, JAKARTA - Pada momen Ramadan dan Idulfitri 2024, sejumlah bank jumbo seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memproyeksikan bisnis remitansi dapat tumbuh moncer. 

Tak tanggung-tanggung, bisnis yang dinilai mampu menyumbang peningkatan pendapatan bank ini dibidik agar menyentuh angka dobel digit.

Bank Mandiri misalnya yang memprediksi aliran dana akan tumbuh 30% selama momen Ramadan dan jelang Lebaran. 

VP Micro Segment & Remmitence Solution Bank Mandiri Rolland Setiawan melaporkan dalam kondisi normal, volume transaksi remitansi Bank Mandiri mencapai US$1,8 miliar per bulan. 

“Kalau lebaran ya bisa [tumbuh] tinggi dari angka itu, 30%. Ini dari ritel saja ya,” ujarnya di Jakarta, Senin (19/3/2024)

Adapun sikap optimistis atas tingginya lonjakan itu datang dengan makin terbukanya penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akhirnya membuat jumlah pengirim alias remitter ikut meningkat. 

Kata Rolland, negara penyumbang remitter terbesar bagi perseroan, antara lain Hong Kong, Malaysia serta kawasan Timur Tengah yang mencakup Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab.

“Bagusnya tahun ini, bukan hanya penempatan hanya Pekerja Migran Indonesia [PMI] tapi juga [penempatan] perawat yang lebih skill worker dengan tingkat penghasilan lebih besar. Jadi, pengiriman remiten bakal lebih besar,” ujarnya.

Dia juga mengatakan makin bergeliatnya pebisnis individu menjadi faktor makin moncernya remitansi di segmen bisnis.

“Iya [border] mulai terbuka seperti impor barang dari China, Thailand, Taiwan, membuat jumlah frekuensi dan volume transaksi akan tumbuh besar,” imbuhnya. 

Rolland juga menyebut, aktivitas remitansi ini turut menyumbang perolehan fee based income BMRI sebesar 15% secara tahunan per Februari 2024. 

Target BCA

Bisnis Pengiriman Uang Mandiri, BRI, dan BCA Makin Deras jelang Lebaran

Nasabah bertransaksi di ATM BCA/Istimewa

Sementara itu, BCA menyebut transaksi remitansi mengalami pertumbuhan yang positif. Bahkan, bisnis ini berkontribusi positif bagi kenaikan pendapatan selain bunga BCA. 

Secara keseluruhan, pendapatan selain bunga BCA tumbuh 5,5% secara tahunan menjadi Rp23,9 triliun di sepanjang tahun 2023, sehingga total pendapatan operasional tercatat sebesar Rp99,3 triliun atau naik 14,4% secara tahunan.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Hary menyebut meski tak mematok target tertentu, akan tetapi pihaknya optimistis layanan remitansi berada dalam tren yang positif. 

"Kami akan terus memastikan layanan remitansi BCA sebagai layanan yang andal, sehingga jumlah transaksi remitansi diharapkan akan terus bertumbuh hingga akhir tahun ini," ujarnya pada Bisnis, Selasa (19/3/2024)

Di sisi lain, dia menyebut pertumbuhan transaksi perdagangan internasional melalui mata uang lokal (local currency settlement/LCS) dengan Malaysia, Thailand, Jepang, dan China tercatat terus bertumbuh.

“Per Desember 2023, transaksi LCS yang dilayani BCA meningkat lebih dari 30% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya,” ujarnya pada Bisnis.

Kondisi BRI

Bisnis Pengiriman Uang Mandiri, BRI, dan BCA Makin Deras jelang Lebaran

Cara mencari ATM BRI/badami.bandung

BRI juga menargetkan pertumbuhan pengiriman uang antar negara (remitansi) naik 20%-25% pada Ramadan dan periode lebaran 2024.

SEVP Treasury and Global Services BRI Achmad Royadi mengatakan optimisme ini berdasarkan keyakinan bahwa aktivitas ekonomi akan meningkat. Alhasil, peningkatan ini secara otomatis akan mendorong aktivitas pengiriman uang (remitansi) dari luar negeri ke Indonesia

“Hal tersebut disebabkan dengan masih kentalnya budaya berbagi dengan memberikan tunjangan hari raya (THR) masyarakat Indonesia kepada sanak saudara di kampung halaman,” katanya beberapa waktu lalu. 

Tercatat, jumlah transaksi remitansi perseroan pada awal tahun 2024 ini tumbuh 20% secara tahunan ketimbang tahun sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 15%.

Adapun, kontribusi aliran dana yang deras ini datang dari para pekerja migran yang bertempat di Arab Saudi, Kawasan Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan dan juga tentunya Negara Malaysia.

Lebih lanjut, Achmad menuturkan untuk terus kinerja terus terjaga sampai dengan akhir tahun 2024, pihaknya terus melakukan inovasi digital dan customer engagement, termasuk melibatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.  

“BRIFast Remittance dapat memfasilitasi counterpart BRI melalui beberapa opsi pengiriman uang untuk para customer, khususnya para PMI,” ucapnya.

Pada saat dihubungi terpisah, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan juga memprediksi tren bisnis remitansi bakal meningkat, utamanya saat momen seperti lebaran, natal dan tahun baru.

“Terutama dari para pekerja di luar negeri yang mengirim uang untuk keluarga di dalam negeri,” ucapnya pada Bisnis, Selasa (19/3/2024).

Dia juga melihat di tengah risiko geopolitik yang meningkat, tak hanya ritel, bisnis remitansi di segmen bisnis juga akan akan berjalan normal.

“Pertumbuhan TKI di luar negeri dan makin banyaknya tenaga kerja profesional dari Indonesia kerja di luar negeri [membuatnya] tumbuh positif,” tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper