Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menakar Perusahaan Leasing Incaran Investor Jepang hingga Korea Senilai Rp13,8 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan menyebut akuisisi perusahaan leasing Tanah Air tengah berlangsung dengan investor berasal dari Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan.
Logo Mandala Finance./Istimewa
Logo Mandala Finance./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa sejumlah negara dari kawasan Asia Timur tengah memproses akuisisi perusahaan pembiayaan (multifinance) alias leasing Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan sejumlah negara yang dimaksud di antaranya Korea Selatan hingga Jepang.

“Hingga saat ini, investor asing yang sedang dalam proses akuisisi berasal dari negara Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang dengan didominasi oleh sektor bisnis pembiayaan kendaraan bermotor,” ungkap Agusman dalam jawaban tertulis, dikutip pada Senin (11/3/2024).

Agusman menjelaskan bahwa proses akuisisi itu sejalan dengan semakin banyaknya produsen kendaraan bermotor dari negara Asia yang memasuki sektor otomotif di Indonesia. Dalam kesempatan terpisah, OJK menyampaikan nilai akuisisi itu sebesar Rp13,8 triliun.

OJK tidak merilis daftar perusahaan yang akan diakuisisi. Meski demikian, berdasarkan catatan Bisnis, perusahaan yang tengah berproses yaitu PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN). Entitas ini menjadi salah satu perusahaan pembiayaan yang akan diambilalih oleh investor Jepang yakni MUFG Bank, Ltd dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance .

"Terkait akuisisi, pada bulan Februari 2024 lalu kami telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB). Melalui RUPS LB ini, para pemegang saham telah menyetujui perubahan pemegang saham pengendali perseroan," kata Christel Lasmana, Managing Director Mandala Finance kepada Bisnis

Christel menyebutkan, seperti keputusan RUPS LB, langkah selanjutnya setelah proses akuisisi selesai adalah pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO). Perusahaan juga akan melakukan peningkatan modal (capital increase) dari pengendali baru sesuai dengan aturan OJK di bidang Instansi Keuangan Non-Bank (IKNB) dan pasar modal.  "Bergabungnya Mandala menjadi bagian dari MUFG Group diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan untuk memperkuat posisi Mandala sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia," katanya lebih lanjut.  

ADMF dan MUFG Group telah mengumumkan rencana akuisisi 80,6% saham MFIN senilai Rp7,04 triliun. Aksi akuisisi ini diperkirakan akan rampung pada kuartal I/2024. “Saat ini proses akuisisi dengan MUFG Group masih berjalan, dan diperkirakan transaksi ini akan selesai pada kuartal I/2024,” kata Christel.

Aksi korporasi dari perusahaan Jepang berikutnya adalah PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) yang bersiap mengakuisisi dua perusahaan leasing milik Summit Auto Group dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). Dua perusahaan tersebut adalah PT Oto Multiartha dan PT Summit Oto Finance. Aksi caplok dua leasing itu bakal dilakukan BTPN usai merampungkan rights issue sebanyak 3,09 miliar saham biasa dengan nominal Rp20 per saham yang akan efektif digelar pada kuartal I/2024.

Nantinya, dana hasil pelaksanaan aksi rights issue BTPN salah satunya untuk mengakuisisi Oto Multiartha.“Sebesar kurang lebih 62,4% untuk melakukan ekspansi dan investasi usaha, salah satunya melalui pengambilalihan perusahaan yang bergerak di kegiatan usaha pembiayaan, yaitu PT Oto Multiartha (OTO) dari PT Summit Auto Group yang merupakan anak perusahaan dari Sumitomo Corporation (Grup SC) dan SMBC,” tulis BTPN dalam keterbukaan informasi itu.

Sedangkan investor Korea berdasarkan sumber Bisnis adalah aksi peningkatan modal sehingga menjadi mayoritas. Beberapa perusahaan Korea yang telah menyelesaikan aksi korporasi akuisisi seperti Woori Card yang memiliki 84,51% saham Woori Finance Indonesia. Ada juga PT KB Finansia Multi Finance (kredit plus) yang diakuisisi oleh KB Financial Group.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper