Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Airlangga: Makan Siang Gratis Dibahas Jokowi Usai Pengumuman KPU

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program makan siang gratis dibahas Presiden Jokowi usai pengumuman KPU soal Pilpres 2024.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menunjukkan menu makan siang gratis untuk pelajar di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. - ANTARA/Azmi Samsul Maarif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menunjukkan menu makan siang gratis untuk pelajar di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. - ANTARA/Azmi Samsul Maarif.

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa rencana program makan siang gratis beserta anggarannya akan dibahas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil Pilpres 2024.

Airlangga menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2025 mulai disusun oleh pemerintah saat ini, tetapi pelaksanaanya adalah pemerintah mendatang.

“Baru dibahas dalam APBN sesudah keputusan KPU siapa pemerintah yang akan datang karen pengguna APBN 2025 adalah pemerintah yang akan datang,” katanya dalam acara media briefing, Jumat (8/3/2024).

Airlangga mengatakan, penyusunan rencana kerja pemerintah untuk tahun 2025 akan dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang selanjutnya didetailkan dalam penyusunan APBN 2025 dalam sebulan ke depan.

“Penyusunan APBN pos-posnya detailnya 1 bulan ke depan, Tentu 1 bulan ke depan sudah ada keputusan KPU di 20 Maret, APBN 2025 kan pelaksananya pemerintah yang akan datang,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Airlangga pada akhir Februari 2024 menghadiri simulasi program makan siang gratis di SMPN 2 Curug, Tangerang.

Menurutnya, uji coba tersebut dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan menggunakan anggaran dari pemerintah daerah.

Adapun, jumlah calon penerima makan siang gratis sebelumnya disampaikan mencapai 70,5 juta anak dari Balita hingga SMP, tapi belum termasuk ibu hamil serta anak SMA.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper