Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sah, Dividen Bank BTN (BBTN) 2024 setara 20% Laba, Rp49,89 per Lembar

Hasil RUPS Tahunan Bank Tabungan Negara (BBTN) pada hari ini atas kinerja 2023 menyepakati dividen sebesar 20% laba.
Direksi Bank Tabungan Negara (BBTN) atau BTN memapaskan pergantian manajemen di level komisaris./Bisnis - Arlina Laras.
Direksi Bank Tabungan Negara (BBTN) atau BTN memapaskan pergantian manajemen di level komisaris./Bisnis - Arlina Laras.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. (BBTN) resmi membagikan 20% laba untuk dividen pada 2024 atas kinerja tahun lalu.

Dalam RUPS yang diselenggarakan hari ini, Rabu (6/3/2024) pemegang saham menyetujui membagikan Rp700,19 miliar.

"Atau Rp49,89136 per saham yang akan dibagikan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham," kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu setelah RUPS.

Dengan besaran dividen ini, maka pemerintah akan menerima sekitar Rp420,11 miliar sebagai pemilik 60% saham BTN, sedangkan sisanya akan menjadi hak pemegang saham publik.

Saham BTN sendiri pada perdagangan hari ini ditutup menguat ke level Rp1.385 per lembar. Dengan level harga ini, maka dividen yield BTN mencapai 3,6%.

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank Tabungan Negara (BTN) yang digelar pada hari ini juga memutuskan untuk merombak pengurus perseroan.

Di jajaran komisaris terdapat dua perubahan, yaitu masuknya Adi Sulistyowati menjadi Komisaris Independen dan Bambang Widjanarko sebagai Komisaris BBTN.

Sebagai informasi, Adi Sulistyowati sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BNI yang kemudian diberhentikan secara hormat pada RUPST BNI pada Senin (3/4/2024) setelah habis periode kepemimpinannya.

Adi ditunjuk menjadi Komisaris Independen BTN untuk menggantikan Mohamad Yusuf Permana, yang diusulkan menjadi Komisaris BNI. Kemudian, Bambang Widjanarko diangkat menjadi komisaris menggantikan Alm. Ahdi Jumhari Luddin.

Di sisi direksi, terdapat satu direktur baru, yaitu Muhammad Iqbal sebagai Direktur SME dan Retail Funding. Sebelum RUPST ini, jabatan tersebut tidak ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper