Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Didominasi SBN, Total Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp541,17 Triliun pada 2023

Total investasi industri asuransi jiwa pada 2023 tumbuh tipis 0,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp537,10 triliun.
Karyawan memotret logo-logo asuransi jiwa di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta pada Jumat (25/8/2023). / Bisnis-Abdurachman
Karyawan memotret logo-logo asuransi jiwa di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta pada Jumat (25/8/2023). / Bisnis-Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total investasi di industri asuransi jiwa mencapai Rp541,17 triliun sepanjang 2023.

Kepala Departemen Investasi AAJI Rahmat Syukri mengatakan bahwa total investasi industri asuransi jiwa tumbuh tipis 0,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp537,10 triliun.

Rahmat mengatakan bahwa total investasi industri asuransi jiwa ditempatkan pada berbagai instrumen asuransi yang disesuaikan dengan karakteristik bisnis asuransi jiwa.

“Industri asuransi jiwa turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan pasar modal Indonesia melalui penempatan investasi dalam bentuk saham, reksa dana, dan sukuk korporasi dengan total sebesar Rp272,63 triliun, atau 50,4% dari total kelolaan investasi industri asuransi jiwa,” kata Rahmat dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Full Year 2023 di Jakarta, Selasa (27/2/2024).

Rinciannya, industri asuransi jiwa menempatkan pada instrumen saham senilai Rp150,36 triliun atau turun 5,1% yoy. Penempatan di reksa dana juga turun 25,8% yoy menjadi Rp78,20 triliun. Sedangkan, sukuk korporasi tumbuh 1,1% yoy menjadi Rp44,08 triliun.

Penempatan investasi lainnya, kata Rahmat, industri asuransi jiwa secara konsisten meningkatkan penempatan dana pada instrumen surat berharga negara (SBN).

Rahmat menjelaskan bahwa peningkatan investasi industri asuransi jiwa di SBN merupakan bentuk kepatuhan industri terhadap aturan yang berlaku, serta dalam rangka mendukung program pembangunan jangka panjang pemerintah melalui penempatan dana investasi.

AAJI mencatat telah terjadi peningkatan signifikan di penempatan SBN dengan pertumbuhan 28,2% yoy menjadi Rp183,23 triliun pada 2023.

“Nilai ini mencatatkan porsi investasi di SBN menjadi 33,9%, mendominasi penempatan investasi industri asuransi jiwa secara keseluruhan,” ungkapnya.

Di sisi lain, industri asuransi jiwa turut menempatkan investasi dana pada deposito senilai Rp40,05 triliun atau berkontribusi 7,4% terhadap total investasi. Nilai tersebut turun 9,6% yoy dari Rp44,31 triliun.

Lebih lanjut, AAJI juga mencatat instrumen investasi dalam bentuk bangunan dan tanah tumbuh 11,2% yoy menjadi Rp15,71 triliun. Kemudian, instrumen penyertaan langsung naik 7,5% yoy menjadi Rp24,98 triliun, dan instrumen lain-lain turun 11,5% yoy menjadi Rp4,56 triliun.

“Penempatan investasi industri asuransi jiwa diatur dan diawasi secara ketat oleh regulator, dan kami di industri berkomitmen untuk patuh dan taat pada peraturan tersebut,” tambahnya.

Rahmat menuturkan bahwa hal itu dibuktikan dengan meningkatnya hasil investasi industri asuransi jiwa yang tumbuh 46,2% yoy menjadi Rp32,03T pada 2023.

“Kami selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dan melakukan penyesuaian penempatan investasi dengan karakteristik bisnis perusahan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper