Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kredit Bank Tembus Rp7.009 Triliun, Sektor Tambang Tumbuh Pesat

BI mencatat nilai kredit perbankan Rp7.009,9 triliun pada awal tahun. Sektor pertambangan tumbuh pesat.
Ilustrasi penyaluran kredit perbankan./ Dok Freepik
Ilustrasi penyaluran kredit perbankan./ Dok Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai kredit perbankan mencapai Rp7.009,9 triliun pada awal tahun atau Januari 2024 dengan kredit ke sektor pertambangan melaju pesat.

Berdasarkan laporan Analisis Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), nilai kredit perbankan pada Januari 2024 itu tumbuh 11,5% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya atau Desember 2023 yang tumbuh sebesar 10,3% yoy.

"Kredit yang disalurkan oleh perbankan tumbuh lebih tinggi," tulis laporan BI pada beberapa waktu lalu (23/2/2024).

Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit pada debitur korporasi 13,3% yoy dan debitur perorangan 9,8% yoy.

Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan penyaluran kredit pada Januari 2024 dipengaruhi oleh perkembangan kredit modal kerja, kredit investasi, maupun kredit konsumsi.

Untuk kredit modal kerja pada Januari 2024 tumbuh sebesar 12,2% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,7% yoy.

Perkembangan kredit modal kerja bersumber dari pertumbuhan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan, serta sektor pertambangan dan penggalian.

Adapun, kinerja kredit modal kerja untuk sektor pertambangan dan penggalian tumbuh pesat 46,9% yoy, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 27,3%.

Pada kredit investasi tumbuh 12,8% yoy pada Januari 2024, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 11,1% terutama bersumber dari sektor industri pengolahan dan sejenisnya, serta sektor pengangkutan dan komunikasi.

Sementara itu, untuk kredit konsumsi, tumbuh sebesar 9,5% yoy pada Januari 2024, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 8,9% yoy. Pertumbuhan kredit konsumsi terutama didorong oleh perkembangan kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 12,6%.

Selain itu, BI mencatat penyaluran kredit kepada usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM) pada Januari 2024 tumbuh 8,9% yoy, setelah tumbuh 7,9% yoy pada bulan sebelumnya. 

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kinerja kredit pada awal tahun ini terdorong dari sisi penawaran yang ditopang oleh kapasitas permodalan perbankan yang kuat dan likuiditas yang memadai.

"Ketersediaan likuiditas perbankan tercermin pada tingginya rasio AL/DPK [alat likuid per dana pihak ketiga] sebesar 27,79% dan didukung pula oleh kebijakan insentif likuiditas makroprudensial Bank Indonesia, khususnya bagi bank-bank yang menyalurkan kredit pada sektor-sektor prioritas," jelas Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pekan lalu (21/2/2024).

Pertumbuhan kredit juga ditopang oleh kemampuan bank dalam meraup pendanaan. Tercatat, pertumbuhan DPK mencapai 5,8% yoy pada Januari 2024.

BI memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2024 meningkat dalam kisaran 10%-12%. Dalam upaya menggenjot pertumbuhan kredit, BI pun terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah, otoritas keuangan, kementerian/lembaga, perbankan, serta pelaku dunia usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper