Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos LPS Prediksi Ada Tambahan Bank Tumbang Tahun Ini

Ketua DK LPS Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi akan ada tambahan bank bangkrut pada tahun ini, setelah adanya 2 BPR yang dicabut izinnya oleh OJK.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK, Selasa (3/11/2023) di Gedung Bank Indonesia (BI). Dok Youtube Bank Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK, Selasa (3/11/2023) di Gedung Bank Indonesia (BI). Dok Youtube Bank Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memprediksi bakal ada bank perekonomian rakyat (BPR) yang kembali jatuh atau bank bangkrut pada 2024, usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin dua bank, yakni BPR Wijaya Kusuma pada 4 Januari 2024 dan BPRS Mojo Artho Kota pada 26 Januari 2024.

Meski begitu, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dampak dari jatuhnya bank ini tidaklah signifikan pada perekonomian.

“Dampaknya ke ekonomi tidak akan signifikan dan gejolak di perekonomiannya juga tidak terlalu besar karena kita juga tutup [klaim] dengan cepat dana-dana yang dibutuhkan masyarakat,” katanya dalam konferensi pers Hasil Rapat I 2024 Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (30/1/2024). 

Purbaya menyampaikan tren dalam 18 tahun terakhir, secara rata-rata per tahun ada 7 bank hingga 8 bank yang dilikuidasi. Akan tetapi, tren bank yang tumbang ini kerap terjadi pada BPR, di mana penyebabnya adalah fraud, sedangkan bank umum tetap solid.

Kata Purbaya, dengan pencabutan izin usaha ini, LPS pun kemudian menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi. LPS juga bergerak sangat cepat untuk mengembalikan dana nasabah, hal ini menurutnya perlu dilakukan demi menjaga kredibilitas LPS maupun kredibiltas penjaminan perbakan. 

“Supaya masyarakat tenang dan mereka yakin betul bahwa uang mereka dijamin oleh LPS,” ucapnya. 

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis OJK, BPR telah menyalurkan kredit Rp140,18 triliun hingga November 2023, naik 9,57% secara tahunan (year on year/yoy). Aset BPR pun naik 8,35% yoy menjadi Rp193,01 triliun pada November 2023.

Sayangnya, kualitas aset BPR memburuk. Tercatat, rasio NPL perbankan rakyat ini membengkak dari 8,49% pada November 2022 menjadi 10,52% pada November 2023. 

Dengan bangkrutnya BPR Wijaya Kusuma dan BPRS Mojo Artho pada awal 2024, maka jumlah bank bangkrut di Tanah Air bertambah menjadi sekitar 124 sejak 2005, di mana hampir semuanya merupakan BPR. 

Sepanjang tahun lalu, terdapat empat bank bangkrut di Indonesia yang ke semuanya merupakan BPR, yakni BPR Persada Guna, BPR Indotama UKM Sulawesi, BPR Rakyat Bagong Inti Marga (BPR BIM), dan Perumda BPR KRI. Keempat BPR ini pun dilikuidasi oleh LPS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper