Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OCBC (NISP) Siapkan Dana Rp800 Juta untuk Buyback Saham

OCBC menjelaskan tujuan buyback saham itu dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variable atas kinerja tahun 2023 kepada manajemen dan karyawan.
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) berencana untuk menggelar pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai biaya sebanyak Rp800 juta. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, Manajemen OCBC menjelaskan tujuan buyback saham itu dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variable atas kinerja tahun 2023 kepada manajemen dan karyawan.

Adapun, pelaksanaan buyback saham itu mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29 tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka 

"Buyback saham akan dilaksanakan dengan mengikuti dan tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis Manajemen OCBC di keterbukaan informasi pada Rabu (24/1/2024).

Sebelum menggelar buyback saham, emiten bank berkode NISP ini berencana untuk menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 18 Maret 2024. Pelaksanaan buyback kemudian mengacu ketentuan otoritas, digelar dalam waktu paling lama 12 bulan sejak disetujui di RUPST.

NISP menyiapkan biaya untuk melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp800 juta, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya-biaya lainnya yang terkait.

Setelah buyback saham digelar, perseroan akan melakukan pengalihan saham hasil pembelian kembali untuk pemberian remunerasi yang bersifat variabel dengan jumlah 402.000 lembar saham.

Manajemen OCBC menjelaskan bahwa pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham perseroan tidak akan memberikan

dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha. Hal ini mengingat NISP memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melakukan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan.

Setidaknya hingga kuartal III/2023, NISP telah membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp3,05 triliun, naik 20% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan perolehan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,54 triliun. 

NISP juga mencatatkan aset konsolidasi sebesar Rp247 triliun, naik 12% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Kinerja aset bank terdorong oleh penyaluran kredit yang naik 10% yoy menjadi Rp144,7 triliun pada kuartal III/2023. Dari sisi pendanaan, OCBC NISP telah meraup dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp184,24 triliun pada kuartal III/2023, naik 14% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper