Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laporan BI: Bunga Kredit Merosot, Deposito Naik saat BI Rate 6%

Dalam laporan terbarunya, BI menyebut suku bunga kredit bank menurun, sedangkan bunga deposito mengalami kenaikan.
Ilustrasi suku bunga bank/Istimewa
Ilustrasi suku bunga bank/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga kredit menurun, sementara suku bunga deposito meningkat pada Desember 2023.

Berdasarkan laporan Analisis Uang Beredar Bank Indonesia (BI), rata-rata tertimbang suku bunga kredit bank sebesar 9,25% lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 9,29% 

“Sementara itu, suku bunga simpanan berjangka tercatat meningkat pada seluruh tenor, yaitu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan,” tulis BI yang dikutip Bisnis, Senin (22/1/2024).

Di mana, suku bunga deposito masing-masing sebesar 4,71%; 5,26%; 5,52%; dan 5,74% pada Desember 2023, setelah pada November 2023 masing-masing tercatat sebesar 4,5%; 5%; 5,32%; dan 5,37%.

Di sisi lain, suku bunga simpanan berjangka tenor 24 bulan pada Desember 2023 sebesar 4,16%, menurun dibandingkan dengan November 2023 sebesar 5,4%. 

Pada laporan yang sama, kredit yang disalurkan perbankan pada Desember 2023 telah mencapai Rp7.044,8 triliun.

Nilai kredit bank pada Desember 2023 itu tumbuh 10,3% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 9,7% yoy.

Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit pada debitur korporasi 11,6% yoy. Adapun, pertumbuhan penyaluran kredit korporasi pada Desember 2023 lebih pesat dibandingkan bulan sebelumnya atau November 2023 sebesar 10% yoy.

Kemudian, pertumbuhan penyaluran kepada debitur perorangan mencapai 9% yoy, melambat dibandingkan bulan sebelumnya 9,3% yoy.

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan penyaluran kredit pada Desember 2023 dipengaruhi oleh perkembangan kredit modal kerja, kredit investasi, maupun kredit konsumsi.

Kredit modal kerja pada Desember 2023 tumbuh sebesar 10,7% yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,2% yoy.

Perkembangan kredit modal kerja bersumber dari pertumbuhan sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pertambangan dan penggalian.

Kredit investasi pada Desember 2023 tumbuh 11% yoy, lebih pesat dibandingkan bulan sebelumnya 9 4%, terutama bersumber dari sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor pertambangan dan penggalian. 

Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh sebesar 8,9% yoy pada Desember 2023, melambat dibandingkan bulan sebelumnya 9,1%.

Penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Desember 2023 tumbuh 7,9% yoy, juga melambat setelah bulan sebelumnya tumbuh 8,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper