Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KB Bukopin (BBKP) Raup Dana Right Issue Rp11,99 Triliun, Ini Rincian Penggunaannya

Berdasarkan keterbukaan informasi, KB Bukopin (BBKP) telah meraup dana hasil right issue pada 2023 senilai Rp11,99 triliun.
Karyawan melayani nasabah di kantor PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP), Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Abdurachman
Karyawan melayani nasabah di kantor PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP), Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT KB Bukopin Tbk. (BBKP) telah menggelar penawaran umum terbatas (PUT) VII berupa right issue dengan tambahan dana Rp11,99 triliun pada 2023. Pemanfaatan dana tersebut di antaranya untuk ekspansi kredit berkualitas.

Berdasarkan keterbukaan informasi, BBKP telah meraup dana hasil right issue pada 2023 sebesar Rp11,99 triliun. Kemudian, terdapat biaya emisi atas right issue sebesar Rp60,61 miliar, sehingga hasil bersih dana right issue sebesar Rp11,93 triliun. 

"Dana yang telah dihimpun tersebut digunakan sesuai dengan prospektus yang sudah dipublikasikan oleh perseroan," tulis Manajemen BBKP di keterbukaan informasi pada Senin (15/1/2024).

Secara rinci, hingga posisi 31 Desember 2023 sebanyak Rp592,9 miliar dana hasil right issue dimanfaatkan sebagai tambahan investasi pada perusahaan anak yaitu PT KB Bukopin Finance. Lalu, Rp880 miliar untuk PT Bank KB Bukopin Syariah.

Sementara terdapat dana hasil right issue Rp6,08 triliun untuk melakukan ekspansi kredit baru berkualitas baik, yang difokuskan pada segmen ritel, UKM, wholesale, dan Indonesia-Korea business link.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank KB Bukopin Woo Yeul Lee mengatakan seiring dengan tambahan dana tersebut, bank masih dalam jalan yang positif untuk bersih-bersih.

Bank KB Bukopin juga sedang dalam upayanya mengubah kondisi keuangan yang merugi menjadi laba. Tercatat, Bank KB Bukopin masih mencatatkan rugi Rp3,37 triliun pada kuartal III/2023, membengkak dibandingkan rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,63 triliun.

Terdapat dua target yang dicanangkan bank untuk meraup laba. Pertama, bank menargetkan untuk mengubah keadaan laba operasional pra-pencadangan (PPOP) ke level positif pada 2024. "Kedua, untuk net profit tren positif kami sedang berupaya keras dan kemungkinan di 2025 ke depan [net profit positif]," ujarnya.

Adapun, dalam mencapai net profit yang positif atau laba bersih, bank saat ini tengah berupaya untuk penyelesaian kredit bermasalah.

"Untuk net profit itu sendiri di dalamnya ada pencatatan CKPN [cadangan kerugian penurunan nilai] penyelesaian kredit bermasalah. Jadi, bahwa KB so far masih on track, no issue masih sesuai rencana," tutur Woo Yeul Lee.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper