Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Citi Indonesia Blak-blakan di Balik Lesunya Kredit Korporasi

Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatat pembiayaan korporasi pada Agustus 2023 melambat.
Citibank/Reuters-Robert Galbraith
Citibank/Reuters-Robert Galbraith

Bisnis.com, JAKARTA -- Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) menilai melambatnya pembiayaan korporasi pada Agustus 2023 disebabkan sejumlah faktor termasuk tingginya suku bunga.

Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), kebutuhan pembiayaan korporasi pada Agustus 2023 mengalami perlambatan. Perlambatan ini juga beriringan dengan penurunan permintaan kredit domestik dan melambatnya ekspor. Hal tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 14,7 persen dibandingkan SBT Juli 2023 pada level 17,6 persen.

Head of Banking, Capital Markets and Advisory Citi Indonesia Anthonius Sehonamin pun menjelaskan penyumbang dari perlambatan ini lantaran tingginya suku bunga, permintaan pembiayaan yang ada hingga kemampuan perusahaan untuk melakukan investasi. 

"Kalau ditanya going to third quarter pertumbuhan, kami berusaha untuk tidak turun. Kalau ditanya korporasi ada permintaan lebih? Itu mixed, ada debitur yang narik ada pembayaran, to be fair kalau mereka kelebihan cash, untuk beberapa sektor tertentu, mereka memilih bayar dibanding menumpuk utangnya," ucapnya saat Media Workshop di Ritz Carlton, Kamis (21/9/2023).

Meski begitu, dirinya menegaskan permintaan korporasi untuk kredit tetap ada. “Ini tergantung dari investasi yang mereka buat. Apakah masih ada investasi? Yes, tapi tidak semua player di sektor tertentu melakukan investasi [sehingga memacu permintaan kredit],” ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Head of Global Network Banking Citi Indonesia Wit Oemar mengatakan tingginya suku bunga dan persaingan pasar yang ketat, membuat para debitur lebih memilih alternatif pembiayaan internal atau opsi pembiayaan yang lebih murah daripada pinjaman bank. Wit menambahkan, tren ini tidak hanya terjadi di kuartal III/2023 saja, melainkan sudah terjadi sejak semester I/2023.

Lebih lanjut, Head of Banking, Capital Markets and Advisory Citi Indonesia Anthonius Sehonamin menyebut saat ini, Citi Indonesia menargetkan kredit korporasi dapat tumbuh positif, meski tidak harus high single digit. 

Adapun, sejumlah sektor yang terus dibidik mulai dari perbankan, multifinance, consumer, healthcare, telco hingga resources.

“Tapi kami bakal membidik secara keseluruhan karena semua beragam ya. Jadi, strateginya sama, ya untuk menggenjot di sisa akhir tahun ini. Kami lihat pocket of needs dari klien yang membutuhkan dan kita melihat pipeline loan yang baru maupun yang eksisting, nanti tinggal utilisasinya saja yang kita monitor,” ujarnya.

Lebih lanjut Head of Global Network Banking Citi Indonesia Wit Oemar mengatakan saat ini pihaknya tengah menjajaki proses finalisasi dengan beberapa klien potensial, seperti smelter, manufaktur dan business development hingga autologistic.

Bagi Wit, apabila kesepakatan ini terwujud, itu dapat membantu Citi Indonesia mencapai target pertumbuhan mereka.

Sebagai informasi, perusahaan mencatatkan kredit semester I/2023 sebesar Rp43,25 triliun, turun tipis 1,11 persen dibanding Rp43,73 triliun.

Namun, kendati demikian Citi Indonesia mencetak laba bersih sebesar Rp1,15 triliun sepanjang paruh pertama 2023 atau semester I/2023, naik 54,07 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di antara faktor pendorong kinerja laba bank adalah bisnis institusional.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan kinerja laba bersih bank pada semester I/2023 itu ditopang oleh pesatnya pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 55,76 persen yoy menjadi Rp2,43 triliun. Sementara itu, kinerja pendapatan bank didorong oleh bisnis institusional.

 "Pada bisnis institusional penyaluran kredit seperti ke sektor manufaktur, perantara keuangan, asuransi tumbuh pesat," katanya dalam acara Konferensi Pers Economic Outlook & Pemaparan Kinerja Keuangan Citi Indonesia Kuartal II/2023 belum lama ini (10/8/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper