Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bakal Merger dengan NOBU, Bank MNC Milik Hary Tanoe Raup Laba Rp39,48 Miliar

Bank MNC (BABP) membukukan laba bersih Rp39,48 miliar sepanjang semester I/2023.
Karyawan MNC Bank melayani nasabah/Istimewa
Karyawan MNC Bank melayani nasabah/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo mencatatkan laba bersih Rp39,48 miliar pada semester I/2023.

Nilai tersebut tumbuh 13,89 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp34,66 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, Bank MNC sebenarnya mencatatkan penurunan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dari Rp313,67 miliar pada Juni 2022 menjadi Rp304,65 miliar pada Juni 2023. Namun, bank berhasil menekan sejumlah beban. 

Untuk beban kerugian penurunan nilai misalnya susut dari Rp70,17 miliar pada Juni 2022 menjadi Rp44 miliar pada Juni 2023. Beban operasional lainnya bersih pun turun dari Rp273,76 miliar pada Juni 2022 menjadi Rp253,06 miliar pada Juni 2023.

Rasio profitabilitas bank pun tetap terjaga. Tercatat, rasio imbal balik aset (return on assets/ROA) dan rasio imbal balik ekuitas (return on equity/ROE) masing-masing sebesar 0,62 persen dan 2,72 persen.

"MNC Bank optimis akan terus tumbuh berkelanjutan dan mencapai target kinerja sampai dengan akhir 2023, sesuai rencana bisnis perseroan yang sudah ditetapkan. Hal tersebut tercermin dari fungsi intermediasi bank dan berbagai indikator lain yang teta menunjukkan pertumbuhan positif," ujar Presiden Direktur Bank MNC Rita Montagna dalam keterangan tertulis pada Kamis (7/9/2023).

Pada intermediasi, Bank MNC mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit 8,8 persen yoy menjadi Rp10,53 triliun per kuartal II/2023. Aset emiten bank berkode BABP pun naik 14,18 persen yoy menjadi Rp16,86 triliun pada Juni 2023.

Bank juga telah mencatatkan perbaikan kualitas aset. Tercatat, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) nett pada Juni 2023 ada di level 2,2 persen, membaik dibanding Juni 2022 sebesar 2,66 persen.

Dari sisi pendanaan, Bank MNC telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) Rp12,31 triliun, tumbuh 2,8 persen yoy. Komposisi DPK bank pada kuartal II/2023 terutama didorong oleh tabungan yang meningkat 20,93 persen yoy.

Seiring dengan capaian kinerja laba itu, Bank MNC direncanakan merger dengan PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) milik taipan James Riady. Bank MNC dan Bank Nobu awalnya direncanakan merger pada Agustus 2023. Namun, aksi korporasi itu kemudian molor.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan pengawas perbankan saat ini terus melakukan monitoring atas progres merger kedua bank. "Pada saat ini saya mendengar, saat ini adalah saat-saat yang kritikal," kata Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK pada Selasa (5/9/2023).

Dia mengatakan kedua bank sedang dalam tahap pembicaraan kepemilikan saham. "Mungkin saja ada komplikasi teknis, tapi ini tidak ada sama sekali rencana untuk membatalkan. Ini sedang dilakukan akselerasi teknis di lapangan baik legal, evaluasi dan lainnya," ujar Dian.

Meski begitu, Dian memastikan kedua belah pihak sudah menyatakan komitmennya dalam menjalankan merger tersebut. Menurutnya rencana merger kedua bank merupakan wujud komitmen dari pemegang saham secara business to business (BtB) dalam rangka mendukung konsolidasi serta penguatan industri perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper